fbpx
32 C
Makassar
Kamis, 29 September 2022

Sudah Minta Maaf, Kasus Guru Aniaya Siswanya di SMPN 2 Makale Tetap Diproses Polisi

Populer

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

ZONAKATA.COM TANA TORAJA Oknum guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Makale, Tana Toraja inisial Y dilaporkan ke Polisi, Rabu (27/7/2022).

Y dilapor karena diduga telah memukul salah seorang siswanya berinisial F.

Saat ini, laporan Y sudah diterima pihak kepolisian Polres Tana Toraja.

“Kita akan menyelidiki, beberapa saksi dan terlapor sementara ini diperiksa,” jelas Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Sayid Ahmad di Makale Rabu siang.

Ahmad mengatakan, keterangan dari terlapor bahwa, F tidak mendengarkan saat proses belajar berlangsung.

Sehingga terlapor menegur dan lakukan pemukulan.

“Tapi meski demikian, perlakuan tersebut tidak dibenarkan,” kata Ahmad.

- ADS -

Sementara, Kepala Sekolah SMP 2 Makale, Socarini membenarkan dugaan pemukulan tersebut.

Namun ia tidak mengetahui secara pasti pada bagian apa F dipukuli oleh Y.

F kata dia, saat ini duduk di bangku kelas 9 C SMP Negeri 2 Makale.

“Saat itu pak Y sementara mengajar, nah F ini main-main sambil melambaikan tangan keluar jendela, jadi seperti itu awal mulanya,” papar Socarini saat ditemui di ruang kerjanya Rabu siang.

Menurutnya, oknum guru yang diduga melakukan pemukulan sudah mendatangi rumah F untuk meminta maaf.

Namun pihak keluarga F tidak terima lalu melayangkan laporan ke polisi.

“Pak Y sudah datang langsung ke rumah F minta maaf, ayahnya terima tapi ibunya tidak, lalu melapor ke polisi,” jelasnya.

Socarini menjelaskan, kejadian dugaan pemukulan ini pada 14 Juli 2022.

Pasca kejadian itu, F hanya sekali masuk sekolah.

Sedangkan Y masih aktif mengajar. Walaupun pihak sekolah sudah mengizinkan untuk cuti seiring kasus dugaan pemukulan bergulir di Polres Tana Toraja.

“Masih datang mengajar, tapi kami sudah ijinkan untuk libur dulu seiring kasus ini berjalan,” ucapnya.

“Kami pihak sekolah juga menunggu bagaimana hasil pemeriksaan, kami serahkan sepenuhnya ke polisi,” ujarnya.

Socarini menambahkan, pasca kejadian ini, dirinya dan seluruh guru sudah mengadakan rapat.

Pada rapat itu, Socarini mengimbau guru untuk tidak bertindak secara berlebihan, utamanya memukul.

“Intinya kita hanya ingin mendidik pak, anak-anak senang kita juga senang, pasca kejadian ini saya dan guru-guru sudah rapat, saya imbau untuk tidak melakukan tindakan serupa,” ungkapnya.(*)

LOISE/ZK

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

7 KOMENTAR

  1. memukul siswa bukanlah tindakan yg dibenarkan. sbg mantan siswa. Smp2 mkle 32 thn yg lalu psti kita tahu bgmn model dan sikap guru mengajar. Sdan mungkin sudah sekian ribu orang tamat dr smp 2 makale semua itu karena berkat kasih dari bapak ibu guru di smp2 makale baru kali ini kita dengar ada tindakan guru yg berujung pelaporan polisi. Mungkin orang tua anak tsbt jg pernah di smp2 mkl klo ya pasti th. Kita percaya kinerja polisi u menanganinya.

  2. Memukul yang bagaimana yg terjadi….memukul teguran atau memukul spt dalam bertinju. guru memukul pasti ada penyebabnya sbg efek jerah. TDK mkn guru memukul klo itu anak adalah anak yg baik. Tetapi seharusnya guru GK usah mukul meski siswa malas atau TDK mau belajar. Guru fokus saja mengajar.

  3. Metode dulu dn sekarang sdh jauh beda.Serba salah….sy msh suka metode dulu. Di ujung cemeti ad emas bukan diujung cemeti ada kasus…..✌️

  4. Cobaan untuk sang guru.. Ambil hikmahnya dan tetap berpikir positif, mari kita robah yang perlu dirobah seiring perkembangan zaman dari masa ke masa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Profil Johanis Tanak, Jaksa Asal Toraja yang Terpilih Jadi Pimpinan KPK

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA Nama Dr. Johanis Tanak, S.H, M tengah menjadi perbincangan. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi ini...

Berita Lain

- Advertisement -