fbpx

Pj Gubernur Nilai Sulsel Bangkrut, Pakar Enokomi : Defisit Anggaran Bisa Didesain Biayai Pelayanan Publik

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – MAKASSAR, Pernyataan Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin yang menyatakan Sulsel bangkrut terus menuai sorotan. Pakar ekonomi menilai defisit anggaran didesain atas pertimbangan tata kelolaan dari pendapatan asli daerah dan transfer dari pemerintah pusat.

“Jika melihat banyak daerah, tidak hanya Sulawesi Selatan, anggaran mereka memang didesain mengalami defisit. Adapun desain ini sudah mempertimbangkan tata kelolaan dari pendapatan asli daerah dan transfer dari pemerintah pusat,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy dikutip dari Republika, Kamis (19/10/2023).

Yusuf mengungkapkan, secara umum biasanya negara atau daerah dikategorikan sebagai negara atau daerah bangkrut ketika tidak bisa lagi membiayai segala aktivitas yang berkaitan dengan pelayanan publik di daerah atau negara tersebut.

“Saat bersamaan, alternatif yang bisa digunakan untuk membiayai beragam aktivitas publik itu juga sudah tidak bisa digunakan oleh suatu negara atau dua daerah yang dikategorikan sebagai negara atau daerah yang bangkrut,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, kasus Sulsel secara implisit, daerah mengalami defisit itu tidak bisa langsung dikategorikan sebagai daerah yang bangkrut. Sulsel kata dia, masih relatif mampu dikelola dengan beberapa hal termasuk di dalamnya melakukan refocusing anggaran aktivitas anggaran yang dianggap bisa ditunda sementara waktu dan memanfaatkan sisa anggaran pada tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan bisa melakukan negosiasi, terutama utang yang jatuh tempo dalam waktu yang relatif pendek dan diganti dengan tenor waktu yang relatif lebih panjang.

“Saya kira ini untuk memastikan distribusi dari utang itu relatif merata dan tidak terpusat pada satu tahun anggaran tertentu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin menyebut kebangkrutan terjadi karena utang yang ditinggalkan Andi Sudirman Sulaiman sewaktu menjabat gubernur. Tercatat defisit sebesar Rp 1,5 triliun terjadi selama bertahun-tahun akibat perencanaan anggaran yang keliru.

Bahtiar menganalogikan Sulsel sebagai kapal yang sudah lama tenggelam sebelum dinakhodai dirinya. Dia menyebut akan melakukan penghematan dengan menekan anggaran belanja tiap OPD Sulawesi Selatan hingga akhir tahun ini.

“Hari ini saya harus terbuka ke semua yang terhormat, semua pimpinan dan anggota DPRD yang ada. Kita defisit Rp 1,5 triliun, Sulsel ini bangkrut,” ucap Bahtiar.(*/ari)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Duta GenRe Kota Parepare Dapat Tiket Nasional Usai Raih Prestasi Juara 1 di Tingkat Provinsi

ZONAKATA, MAKASSAR - Dua duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Parepare berhasil meraih prestasi gemilang pada malam puncak Apresiasi Duta...

Berita Lain