fbpx

Warga Dilapor Bupati Toraja Utara Ditetapkan Tersangka

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Penyidik Polres Toraja Utara telah lakukan gelar perkara kasus pengancaman yang dilaporan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang. Hasilnya, terlapor Stave Raru ditetapkan tersangka.

“Berkasnya sementara kita rampungkan, mungkin lusa kita limpahkan ke Kejaksaan,” kata Kanit Tipidum Polres Toraja Utara, Aipda Ahmadi di ruang kerjanya, Selasa (25/7/2023).

Ahmadi menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya memeriksa enam orang saksi. Berikut menghadirkan dua ahli dan alat bukti. Adapun penetapan tersangka pada 7 Juli 2023.

Meski begitu, tersangka Stave Raru tidak ditahan. Menurut Ahmadi, tersangka selama pemeriksaan kooperatif.

“Selama pemeriksaan beliau (Stave) kooperatif, intinya untuk berkas sementara kami rampungkan, dan selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Untuk ancaman hukuman 1 tahun penjara,” paparnya.

Diketahui, Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang melaporkan salah seorang warganya bernama Stave Raru (55) ke polisi pada Selasa (13/6/2023).

Ombas sapaan Yohanis Bassang melapor terkait dugaan pengancaman.

“Saya laporkan Stave Raru atas pengancaman yang dilakukan terhadap saya,” kata Ombas usai melapor di Polres Toraja Utara, Selasa (13/6/2023) pagi.

Ombas mengungkapkan, dugaan pengancaman tersebut terjadi di halaman kantor Bupati Torut sekitar pukul 07.30 Wita Selasa (13/6/2023) sebelum kegiatan apel ASN dilakukan.

Dirinya saat itu berdiri di halaman kantor, kemudian Stave Raru melintas menggunakan mobil.

Menurut Ombas, Stave Raru mengeluarkan kepalan tangan. Setelah itu kata dia, Stave turun dari mobil dan mengajaknya berduel.

“Saya kan sedang berbincang dengan pegawai di halaman kantor, terus mobil yang dikendarai Stave ini melintas, dia kepalkan tangan mengarah ke saya,” kata Ombas.

“Saya bilang kenapa, terus dia turun terus bilang ‘Hei Bassang’ berulangkali. Bilang juga ‘tentukan dimana kita ketemu’, dia tantang saya berduel,” sambungnya.

Yohanis pun cekcok dengan Stave yang merupakan salah satu Tim Suksesnya (Timses) pada Pilkada 2020 lalu.

Beruntung saat keduanya cekcok dilerai oleh ASN yang hadir. Namun atas peristiwa itu, Ombas merasa dipermalukan dan melapor ke polisi.

“Dia mempermalukan saya di depan pegawai, saya merasa sangat tidak nyaman dan merasa diancam, makanya saya lapor ke polisi,” ucapnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Serius Hadapi Pilkada Tana Toraja, Zadrak Tombeg Daftar di Gelora

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA  Setelah mendaftar di Partai Demokrat, PDI Perjuangan dan Partai Nasdem, Zadrak Tombeg juga mendaftar di...

Berita Lain