Pelindo Gandeng Kecamatan Wajo Bangun Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Partisipasi Masyarakat
- account_circle zonakatacom
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR PT Pelindo (Persero) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menggagas pengelolaan sampah terpadu berbasis partisipasi masyarakat di Kecamatan Wajo, Kota Makassar.
Program tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga membangun budaya baru di tengah masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional Makassar menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu prioritas perusahaan. Karena itu, Pelindo tidak hanya berfokus pada aktivitas kepelabuhanan, tetapi juga berupaya memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program TJSL yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Menurutnya, pelibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Warga akan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pemilahan sampah sehingga pengelolaan limbah rumah tangga dapat berjalan lebih efektif sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.
Sementara itu, Plt. Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Pelindo yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan sektor kepelabuhanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan lingkungan di Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Wajo.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Pelindo atas inisiatif dan komitmennya melalui program TJSL dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu di Kecamatan Wajo. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat kami butuhkan, karena persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari dunia usaha, akademisi, komunitas hingga masyarakat,” ujar Ivan Kala’lembang.
Menurut Ivan, pembangunan fasilitas pemilahan dan tata kelola sampah berbasis partisipasi masyarakat merupakan langkah strategis untuk mengubah pola pikir warga agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Ia optimistis program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual.
“Harapan kami, Kecamatan Wajo dapat menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu di Kota Makassar. Jika masyarakat dilibatkan sejak awal dan terus diberikan edukasi, maka budaya menjaga kebersihan akan tumbuh menjadi kebiasaan. Kami siap mendukung penuh implementasi program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain pemerintah kecamatan, program ini juga mendapat dukungan dari Tim Ahli Wali Kota Makassar, Fadli Arifuddin. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kehadiran sektor swasta melalui program TJSL dinilai mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Masukan dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar juga menjadi bagian penting dalam penyusunan program. Berbagai aspek teknis, termasuk strategi edukasi kepada masyarakat, dibahas agar fasilitas pemilahan sampah yang akan dibangun dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pelindo berharap Kecamatan Wajo dapat menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu di Kota Makassar. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi pencemaran, serta mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
- Penulis: zonakatacom

