Sekda Sulsel Sambut Kunker Komisi VI DPR RI, Perkuat Industri Semen dan Iklim Investasi Berkelanjutan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (10/7/2026).
Kunjungan kerja tersebut membahas perkembangan industri semen di Sulawesi Selatan, khususnya terkait keberlanjutan industri dan iklim investasi. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI bersama Pemerhati Konservasi Alam Indonesia Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi dialog antara Komisi VI DPR RI, pemerintah daerah, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan guna menghimpun masukan dari berbagai perspektif.
Hadir dalam kegiatan itu Bupati Barru, Bupati Pangkep, perwakilan DPRD Kabupaten Barru dan DPRD Kabupaten Pangkep, PT Danantara Asset Management, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Semen Tonasa, PT Semen Bosowa, PT Conch Cement Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kunjungan kerja dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid bersama sejumlah anggota Komisi VI DPR RI.
Dalam forum tersebut, Komisi VI DPR RI menyerap berbagai masukan mengenai kondisi industri semen di Sulawesi Selatan. Pembahasan meliputi keberlanjutan industri, perkembangan investasi, perlindungan tenaga kerja, hingga upaya menjaga iklim usaha yang sehat dan berdaya saing.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengatakan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, menurutnya, pengembangan investasi juga harus memperhatikan keberlangsungan industri yang telah beroperasi serta dampaknya terhadap tenaga kerja.
“Kunjungan kerja spesifik ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan pemerhati lingkungan di Sulawesi Selatan terkait sektor industri semen,” ujar Nurdin Halid.
Ia menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dalam kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan Komisi VI DPR RI bersama kementerian dan lembaga terkait sesuai kewenangannya.
Menurut Nurdin, kapasitas produksi semen di kawasan Indonesia Timur saat ini mencapai sekitar 27 juta ton, sementara tingkat penyerapannya berada di kisaran 13 juta ton. Kondisi tersebut menjadi salah satu isu yang turut dibahas dalam kunjungan kerja tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel menyambut baik kunjungan kerja Komisi VI DPR RI sebagai ruang dialog untuk menghimpun aspirasi, data, dan masukan dari berbagai pihak dalam mendukung perumusan kebijakan di tingkat nasional.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di Kawasan Timur Indonesia. Potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, serta letak geografis menjadi modal penting dalam mendorong pengembangan sektor industri, perdagangan, logistik, dan investasi.
Karena itu, Pemprov Sulsel berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, perlindungan tenaga kerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan dunia usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Salah satu fungsi pemerintah adalah melindungi segenap bangsa Indonesia. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan perlu memperhatikan keberlangsungan dunia usaha yang telah berjalan sekaligus memberikan perlindungan kepada tenaga kerja,” kata Jufri.
Ia berharap kunjungan kerja tersebut semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
- Penulis: zonakatacom
