Dalam Upaya Mengurangi Desa Tertinggal, Ini Yang Akan Dilakukan Nico-Victor
- account_circle Gibran
- calendar_month Rabu, 2 Des 2020
- print Cetak

ZONAKATA,COM – TANA TORAJA Upaya calon petahana Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara dalam mengurangi desa tertinggal, salah satunya dengan memberikan penguatan terhadap lembaga-lembaga yang ada di desa.
Hal tersebut diungkapkan saat menjawab pertanyaan para panelis yang disampaikan Hasrullah selaku moderator debat dalam Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja yang berlangsung di Hotel Grand Metro Permai Makale Utara, Rabu (1/12).
Menurut panelis bahwa berdasarkan data BPS Tahun 2018 Kabupaten Tana Toraja memiliki 34 persen desa tertinggal. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya infrastruktur, padahal infrastruktur menjadi sarana utama dalam menunjang pariwisata.
“Jika anda terpilih apa kebijakan strategis yang akan dilakukan dalam upaya menurunkan desa tertinggal,” tanya panelis
Menjawab pertanyaan panelis, Nicodemus Biringkanae selaku calon Bupati nomor urut 2 ini menyebutkan jika ada 4 langkah strategis yang akan dilakukan. Yakni akan memberikan penguatan kepada lembaga-lembaga yang ada didesa. Memberikan pelatihan untuk mengelola sumber daya yang ada di desa.
Membangun sinergitas antara produksi dan produktivitas yang didukung oleh infrastruktur yang memadai serta mengambil atau membuat kebijakan didalam pendampingan terhadap harga-harga dipasar. Termasuk akan memberikan stimulus.
“Hal strategis seperti ini perlu dihadirkan ditengah masyarakat. Karena kedepan tidak boleh lagi pemerintah tidak bekerja sama dengan dengan rakyat atau mendahulukan peran para stakeholder,” jelas Nicodemus.
Dikatakan pembangunan ekonomi bisa tercapai apabila ada beberapa hal bisa dilakukan termasuk investasi, mendorong komunitas-komunitas lingkungan, tongkonan dan lain sebagainya untuk menjadi rumah tinggal atau homestay bagi para pendatang
Untuk itu kata Nicodemus, pemerintah harus terbuka untuk menghadirkan berbagai fasilitas-fasilitas yang bisa dilakukan sendiri oleh rakyat. Kedepan rakyat tidak boleh jadi subjek. Tetapi harus dihadirkan sebagai objek dan objeknya ini harus masyarakat Tana Toraja.
“Ada rasa terpilih, ada rasa kepatutan, kearifan dan kesejukan. Rakyat memang harus dihadirkan dengan baik karena merekalah yang menjadi panglima di Kabupaten Tana Toraja. Kami paslon nomor 2 akan mendahulukan rakyat dari pada kepentingan golongan atau pribadi”. Pungkasnya.
- Penulis: Gibran
