Pilkada 2020: Real Final, Nico Versus Theo Jilid III
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 7 Nov 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pertarungan Nicodemus Biringkanae dan Theofilus Allorerung dihajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) boleh dikatakan grand final atau penentuan. Pasalnya ini merupakan pertarungan yang ketiga kalinya dengan kedudukan sudah satu sama.
Pertama kali bersua pada Pilkada 2010 lalu. Saat itu keduanya menyandang status sebagai pendatang baru. Theofilus kala itu berpasangan dengan Adelheid Sosang sementara Nicodemus berpasangan dengan Kendek Rante.
Dengan mengusung tagline ‘Teladan‘, Theo-Adelheid yang diusung Partai Golkar berhasil meraih suara terbanyak. Mereka unggul atas 5 kandidat lainnya yakni Victor Datuan Batara-Rosina Palloan, Cosmas Sampe Birana-Daniel Tonglo, Yohanis Embon Tandipayuk-Ophirtus Sumule, Nicodemus Biringkanae-Kendek Rante serta HM.Yunus Kadir-Jansen Tangketasik.
Pilkada 2010 ini menjadi pertemuan pertama Theo-Nico. Pertemuan kedua saat Pilkada 2015 lalu. Menyandang status petahana Theofilus kala itu berpasangan dengan Yohanis Lintin Paembongan sedangkan Nicodemus berpasangan dengan Victor. Satu kandidat lainnya yakni dr.Zadrak Tombeg yang berpasangan dengan Christina Jeane Tandirerung.
Kombinasi Nicodemus dan Victor yang pada Pilkada 2010 lalu merupakan peringkat ke 2 dan 3 berhasil unggul atas pasangan Theo-Anis maupun Zadrak-Jeane. Saat itu Nico-Victor diusung Partai Demokrat dan PKPI, sedangkan Theo-Anis didukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan sementara Zadrak-Jeane diusung Partai Nasdem, Gerindra dan Partai Hanura.
Kini pada Pilkada 2020 keduanya kembali bertarung untuk ketiga kalinya. Posisi Nico-Victor yang diusung Partai Golkar, Nasdem dan Perindo, kini sebagai petahana (incumbent). Nico-Victor akan ditantang oleh pasangan Theofilus Allorerung-dr.Zadrak Tombeg yang diusung Partai Demokrat, PKPI dan Partai Gerindra serta pasangan Albertus Patarru-John Diplomasi yang didukung PDIP, Hanura dan Partai Berkarya.
Sebagai petahana jelas posisi Nico-Victor lebih diunggulkan, selain incumbent juga diusung oleh 2 parpol pemenang pileg 2019 lalu. Akan tetapi semua itu tergantung dari pilihan dari masyarakat.
Apalagi masyarakat kini sudah bisa membandingkan yang mana pemerintahan yang lebih baik. Apakah dimasa pemerintahan Nicodemus Biringkanae ataukah dijaman pemerintahan Theofilus Allorerung.
Sekedar diketahui pilkada kali ini ada tiga putra-putra terbaik Tana Toraja yang bertarung, namun yang namanya kompetisi hanya akan ada satu pemenang. Apakah itu Theo-Zadrak, Nico-Victor atau mungkin Albert-John?.. Wallahualam Bissawab
Catatan Redaksi
- Penulis: Gibran
