Segmen 2 Debat Kandidat, Theo-Zadrak Lebih Kuasai Materi
- account_circle Gibran
- calendar_month Minggu, 1 Nov 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Setelah segmen 1 pengenalan ketiga pasangan calon serta profil panelis, memasuki segmen 2 para paslon mulai mendapat pertanyaan dari para panelis. Diawali dengan paslon nomor urut 2 Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara mendapat pertanyaan dari panelis terkait reformasi birokrasi dan kepastian hukum.
Dari panelis mengatakan reformasi birokrasi berkolerasi dengan standarisasi pelayanan publik dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu jaminan kepastian hukum penting karena menjadi hak bagi pelayanan publik. Seperti dalam visi misi Nico-Victor akan mewujudkan tata kelola pemerintanan Tana Toraja yang murah, mudah, cepat dan berbasis kepastian hukum.

“Apakah anda tetap berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintanan Tana Toraja yang murah, mudah, cepat berbasis kepastian hukum serta menghilang segala bentuk pungli jika terpilih nanti,” tanya panelis.
Menjawab pertanyaan yang sampaikan Moderator debat, Mardiana Rusli, calon Bupati Nicodemus mengatakan tata kelola birokrasi pemerintanan haruslah menjadi perhatian pejabat kedepan dengan memperhatikan kearifan lokal. Selain itu kemampuan atau skill dari araparat pemerintahan dalam menghadirkan pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan.
“Tana Toraja kedepan harus bersikap untuk mendahulukan kearifan lokal. Termasuk mendorong kemampuan atau skill aparat dalam memberikan pelayanan,” kata Nico.
Sementara itu terkait dengan penegakkan hukum, Nico mengatakan hukum harus dimulai dari kepalanya baru ekornya. Dikatakan pimpinannya harus terlebih dahulu diusut baru anggotanya, sehingga keadilan hukum yang diharapkan akan hadir.

Untuk pertanyaan bagi pasangan nomor urut 3 Albertus Patarru-John Diplomasi terkait kerukunan antar umat beragama. Kerukunan beragama adalah satu pilar pokok dalam negara kesatuan RI bila kerukunan digoyang oleh konflik bermotif agama dan etnis maka demokrasi tidak mempunyai arti dan sangat berbahaya, sehingga keutuhan NKRI terancam tergerus.
“Melihat hal itu bagaimana strategi paslon urut 3 dalam merawat keragaman agama dan etnis di Tana Toraja,” tanya panelis.
Menurut Albert dalam menjawab pertanyaan panelis, bahwa kerukunan beragama merupakan salah satu pilar bangsa yang harus tetap di jaga. Sejalan dengan PDI Perjuangan sebagai partai pengusung yang terus menerus menjaga kerukunan antar umat beragama di negara ini.
“Kita harus berbangga kerukunan beragama di Tana Toraja tetap terjaga. Kita harus memberikan apresiasi kepada pemerintah-pemerintah terdahulu sehingga kerukunan antar umat beragama tetap terjaga,” ujarnya.
Albert menjelaskan dengan keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda maka kerukunan akan tetap terjaga. Siapapun yang terpilih menurut Albert, harus tetap menjaga kerukunan antar umat beragama didaerah ini.
Sedangkan pasangan nomor urut 1 Theofilus Allorerung-dr.Zadrak Tombeq mendapat pertanyaan dari panelis terkait masalah kesehatan. Dijelaskan jika di masa pandemi Covid-19 tidak saja menjadi masalah kesehatan tetapi juga memberkan implikasi multi sektoral terkait masalah pendidikan, ekonomi, hukum, politik dan sosial. Pada sisi lain masalah pembangunan kesehatan masih sering dipersempit hanya menyangkut kualitas pelayanan kesehatan.
“Apa saja program-program kesehatan yang akan digagas Theo-Zadrak dalam menjamin keberlangsungan kebijakan pembangunan kesehatan di kabupaten Tana Toraja dalam menghadapi masa pendemi dan pasca pandemi Covid-19,” tanya panelis.
Menjawab pertanyaan panelis, dr.Zadrak secara gamblang menjelaskan jika ada empat pilar pembangunan kesehatan yang perlu dipahami yakni promotif, pencegahan, penguatan (terapi) dan rehabilitasi. Dikatakan keempat pilar tersebut merupakan sendi-sendi dasar pembangunan kesehatan pada umumnya. Apalagi kesehatan merupakan hak atau kebutuhan dasar bagi setiap manusia.
“Jika Tuhan mengijinkan dan masyarakat mempercayakan Theo-Zadrak maka kami akan bertekad memajukan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan disemua leading sektor. Saat ini kita masih terdampak pandemi Covid-19 sehingga kita harus membuat terobosan-terobosan baru untuk keluar dari masalah ini,” jelas Zadrak.

Salah satunya adalah memberikan fasilitas mobil ambulance dan mobil jenasah ke setiap Puskesmas di 19 kecamatan yang ada. Keperluan seperti ini terkadang membuat masyarakat kesulitan terutama menyangkut biaya. Apalagi ditengah kondisi pandemi seperti ini.
Selain itu akan dilakukan pengadaan alat kesehatan (Alkes) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia setiap tenaga medis. Jika dua hal ini diwujudkan kata Zadrak, maka pelayanan kesehatan di Tana Toraja akan semakin baik.
“Dengan peralatan yang baik ditunjang dengan tenaga medis yang mumpuni maka saya yakin masalah kesehatan akan teratasi,” pungkas Zadrak.
- Penulis: Gibran
