fbpx
25 C
Makassar
Kamis, 28 Oktober 2021

Sedih, Satu Keluarga Tinggal di Gubuk Reot Tanpa Listrik, Terkadang Tak Makan

Populer

- Advertisement -Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja - Salvius Pasang

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Kisah pilu datang dari keluarga kurang mampu di Dusun Pa’tondokan, Lembang Awan Rantekarua, Kecamatan Awan Rante Karua, Toraja Utara.

Bakri bersama istrinya, Serly dan tiga anaknya harus menjalani hari-hari yang menyedihkan, memilukan dan jauh dari dari kata layak. Selama puluhan tahun Bakri dan keluarganya tinggal disebuah gubuk reot yang hanya beralaskan tanah.

Gubuk reotnya pun tanpa aliran listrik. Saat malam tiba, keluarga Bakri pun harus berhenti beraktifitas dan berdiam diri di dalam gubuk hingga pagi tiba.

“Jika malam tiba kami berhenti beraktifitas dan berdiam dirumah karena tidak ada penerangan. Kami langsung tidur dan menunggu pagi untuk kembali beraktifitas,” ungkap Bakrie.

- ADS -

Kemalangan Bakrie dan keluarganya tak sampai disitu. Dalam kesusahan dan keterbatasan membuat mereka seringkali tidak makan. Bila tak ada makanan atau bahan untuk diolah, mereka memilih tidur dengan harapan rasa lapar itu hilang.

Bakrie dan keluarga yang selama ini hanya bergantung pada hasil kebunnya. Ada sebidang tanah yang tak jauh dari gubuknya dimanfaatkan Bakrie untuk menanam sayur. Hasil kebun inilah yang biasanya dikonsumsi. Namun tak selamanya hasil kebun itu tersedia.

“Jika sudah tak ada lagi sayur untuk dimasak, terpaksa mereka memakan pisang yang ada disekitar gubuk. Itupun kalau ada buahnya, jika tidak ada maka kami hanya menahan lapar dan memilih tidur dengan harapan lapar itu hilang,” ucapnya.

Bakri dan istrinya, dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama kini duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) disalah satu sekolah di Toraja Utara, anak kedua kelas 6 SD dan yang bungsu kini sudah kelas 4 SD.

Meski dengan kondisi yang memprihatinkan, Bakrie tidak patah semangat untuk menyekolahkan anaknya. Bakri berharap, kelak ketiga anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Bakrie selalu bersyukur terhadap keadaan yang ia miliki. Ia tak punya harapan yang muluk-muluk. Bakri hanya berharap mendapat bantuan perbaikan rumah dari pemerintah dan bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

“Harapan saya rumah ini bisa diperbaiki dan anak saya bisa bersekolah hingga kuliah”. Harap Bakrie.

Toru/ZK

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Tingkatkan Militansi, PDI Perjuangan Tana Toraja Gelar Pendidikan Kader

ZONAKATACOM - TANA TORAJA Sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin partainya menatap pemilu 2024 . Salah satunya adalah PDI...

Berita Lain

- Advertisement -