Wagub: Angka Kemiskinan di Sulsel Mengalami Penurunan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 10 Des 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Sulsel tahun 2019 yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel. Senin, (9/12).
Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh 13 Wakil Bupati diantaranya, Wakil Bupati Toraja Utara, Wakil Bupati Pinrang, Wakil Bupati Enrekang, Wakil Walikota Palopo, Wakil Bupati Sinjai, Wakil Bupati Bulukumba, Wakil Bupati Pangkep, Wakil 1, Wakil Bupati Wajo, Wakil Bupati Luwu, dan Wakil Walikota Parepare.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan dalam rangka peningkatan koordinasi terkait upaya-upaya penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Selatan dan pemanfaatan satu data basis terpadu yang dikelola oleh Kementrian Sosial RI melalui Dinas Sosial masing-masing Kabupaten Kota dalam rangka penajaman ketepatan sasaran penerima manfaat khususnya penduduk miskin.
Dalam kesempatan itu Wagub Andi Sudirman mengatakan, bahwa jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan Maret 2019 sebesar 767,80 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 24,83 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018.
“Alhamdulillah jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan mengalami penurunan sebesar 24,83 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 767,80 ribu jiwa,” kata Andi Sudirman.
Dikatakan jika persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 9,06 persen pada Maret 2018 menjadi 8,69 persen pada Maret 2019. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan baik daerah perkotaan maupun perdesaan selama periode Maret 2018 – Maret 2019.
“Kita harus memvalidasi data terlebih dahulu, serta menyisir hingga kepelosok desa untuk memperbaiki datanya kembali. Jika dulunya penerima manfaat dan sekarang sudah tidak maka akan otomatis datanya akan berubah,” jelasnya.
Dijelaskan, jika sejak dirinya menjabat bersama Gubernur Nurdin Abdullah, sudah mulai memperbaiki data tersebut dengan meminta ke Kadis Sosial untuk membantu untuk terus menvalidasi data yang ada.
Untuk itu Wagub meminta kepada seluruh Kabupaten Kota untuk lebih aktif lagi. Karena, mereka adalah sentralnya karena dominasi pengusulannya dari bawah.
“Kita berharap agar ada pendekatan dari kepala daerah, agar Kadisnya turun ke bawah untuk pendampingan mengenai data tersebut minimal random chek,” pungkasnya.
📷 andalanpedia
- Penulis: zonakatacom
