Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pemilihan Kepala Daerah dan Kepemimpinan Toraja

Pemilihan Kepala Daerah dan Kepemimpinan Toraja

  • account_circle zonakatacom
  • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Semuel Rianto Tappi’
(Anggota KPU Toraja Utara periode 2023-2028 – Kadiv Teknis Penyelenggaraan)

Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Toraja Utara, sudah didepan mata. Rabu, 27 November 2024, Pemilih yang tersebar di 151 Lembang/Kelurahan dari 21 Kecamatan dengan perencanaan 422 TPS di Toraja Utara akan menunaikan hak pilihnya.

Demokrasi dan Pemilihan Kepala Daerah seperti rantai yang saling berhubungan satu sama lain. Pilkada merupakan wujud dari demokrasi, sementara demokrasi akan terbangun diawali dari keterlibatan masyarakat dalam memilih pemimpinnya sendiri melalui Pilkada.

Sementara itu, Pilkada harus dilaksanakan secara demokratis dimana semua hak rakyat untuk dipilih dan memilih dapat terpenuhi tanpa adanya diskriminasi pada sudut apapun.

KEPEMIMPINAN TORAJA

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang yang menerapkan prinsip dan teknik yang mendorong motivasi, kedisiplinan, produktivitas. Sosok pemimpin bagi suku Toraja harus seorang yang mampu mensejahterakan rakyatnya.

Olehnya, terdapat empat kriteria berdasarkan adat yang harus dimiliki agar pantas menjadi Kepala Daerah, yakni kemampuan atau kapabilitas (Bida, Barani dan manarang, sikap arif atau Kinaa, kaya atau Sugi’.

Pada kondisi ini adat cenderung mengatur orang Toraja untuk memilih pemimpin daerahnya dalam konteks sosial dan budaya. Dalam sistem pemilu, adat mengalami penyesuaian fungsional. Namun, karena suku Toraja telah mengklaim daerahnya sebagai tanah yang suci, maka pemimpin mereka haruslah sesuai dengan preferensi suku Toraja.

Seorang pemimpin dalam kepemimpinan tradisional Toraja, harus memiliki nilai-nilai etis moral yang harus dijalankan dalam kepemimpinannya. Nilai-nilai kepemimpinan tradisional orang Toraja disimak baik dalam tugas atau fungsinya maka gelar pemimpin, merupakan simbol pengemban nilai-nilai ideal masyarakatnya.

Nilai yang mendasar itu ialah nilai moral yang disebut kinaa sebagai simbol dari nilai etis moral yang harus melandasi sikap hidup seorang pemimpin dan pemberi makna terhadap nilai-nilai lain yaitu manarang, barani dan sugi.

Bida, seorang pemimpin Toraja harus Bida atau Bija, artinya turunan dari kalangan bangsawan. Namun tidak cukup hanya karena garis keturunan bangsawan atau pun To Patalo, ada proses latihan-latihan dimana menempah diri, dan mengasah keterampilan.

Sugi, seorang memimpin Toraja harus sugi’ (kaya), Nilai  kekayaan orang Toraja tercakup dalam diri manusia, hewan dan tanaman (lazim disebut falsafah Tallulolona). Seorang pemimpin tradisional Toraja oleh tuntutan zaman mesti kaya, dimana Tongkonan sebagai simbol pemersatu juga merupakan simbol kekayaan seorang Pemimpin.

Keberadaan Tongkonan yang disebut Tongkonan Pa’buntuan Sugi’ pada masa paceklik menjadi sumber berkat bagi masyarakat sekitarnya, terutama menolong yang lemah.

Manarang dan Kinaa, orang yang pandai disebut To Manarang atau To Pande artinya mahir. Kepandaian sangat dibutuhkan oleh pemimpin, dibutuhkan untuk mengatur masyarakat dan wilayahnya.

Namun kepandaian membutuhkan nilai-nilai Kinaa atau kebijaksanaan, kearifan, budi pekerti dan kedalaman hati. Kinaa itu menjadi nilai utama dari kepemimpinan Toraja.

Barani, seorang pemimpin harus memiliki sikap tegas menjalankan dan menegakkan aturan, selain itu orang Toraja dimasa lalu konon saling berperang antara satu kampung atau wilayah, demikian juga dengan adanya ancaman dari luar Tondok Lepongan Bulan Lipu’ Matariallo.

Sehingga sosok pemimpin Toraja pada dirinya juga menjadi tokoh yang diandalkan oleh masyarakatnya. Dalam konteks masyarakat Toraja seorang pemimpin memainkan peran dan fungsi legislatif, ekskutif maupun yudikatif. singkat kata, ia berfungsi untuk memelihara, melaksanakan dan menegakkan adat dan aluk/kepercayaan.

Sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah nilai-nilai yang diturunkan dari adat. Kriteria pemimpin yang dimiliki oleh masyarakat Toraja tentunya bukan hal yang negatif atau salah. Justru hal tersebut harus ditafsir ke kerangka yang lebih baik.

Tetapi menjadi pemimpin yang peduli akan kebutuhan rakyat. Menurut Dr. Phil Sukri, M.Si merupakan Dekan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin “Ketorajaan artinya orang Toraja itu berpikir bahwa orang yang memimpin adalah orang yang harus sesuai dengan nilai-nilai dasar kami“, sehingga tidak masalah adat menjadi sumber preferensi perilaku”.

Kesimpulan

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah harus bisa membangun iklim dan jiwa demokrasi di daerah. Terbentuknya iklim demokrasi lokal akan menciptakan kehidupan politik masyarakat daerah terarah dan tentunya akan terbangun keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun daerah.

Semakin maju suatu daerah maka akan semakin baik dalam membentuk peradaban bangsa karena peradaban bangsa dimulai dari komitmen masyarakat lokal melalui kearifan lokal yang dilestarikan dan dijaga melalui demokrasi lokal.

Berikan hak memilih kepada pemilih sesuai dengan pilihan dan aspirasi pilihannya, masyarakat memilih sesuai hati nuraninya, siapa calon pemimpin yang dianggap amanah, bisa menggerakkan masyarakat dan pembangunan selama lima tahun ke depan.

Pesta demokrasi yang notabene adalah milik rakyat, jangan sampai dirusak oleh tindakan dan perbuatan yang justru meracuni demokrasi itu sendiri.

Karena diharapkan semua pihak yang terlibat dalam Pilkada, ikut bersama-sama mewujudkan pesta pemilihan yang bermartabat. Pemilihan yang bebas dari ujaran kebencian, fitnah, berita bohong dan tuding menuding tanpa dasar. Apalagi pemungutan suara tinggal menghitung hari, semua pihak harus menahan diri.

Bersama-sama menciptakan situasi yang sejuk. Sehingga pemilih bisa menunaikan hak pilihnya dengan riang gembira. Memberi kesempatan pada pemilih menjadi juri bagi dirinya sendiri, siapa pemimpin yang mereka anggap amanah.

Seorang pemimpin daerah bukanlah pemimpin yang memiliki karakter untuk meminta dilayani, melainkan pemimpin yang berhati pelayan dan mau merendahkan hatinya untuk menghadapi pelayanan yang berat. Seorang pemimpin harus memiliki integritas yang kuat dan harus bertanggung jawab dalam segala keputusannya, karena ia harus menjadi teladan.

Nilai-nilai etis dalam kepemimpinan tradisional Toraja dapat digunakan dan dipedomani dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah secara khusus memilih pemimpin. Sebagai Kepala Daerah, pemimpin harus mempertahankan integritasnya dan selalu mengandalkan Tuhan.

Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah karena ada beban pelayanan yang berat yang harus dipikul. Namun apabila seorang pemimpin telah memiliki pondasi karakter yang kuat, dibarengi dengan penyerahan diri kepada Tuhan sebagai pemimpin hidupnya dan memahami akar budaya secara khusus hakekat kepempimpinan adat, maka pemimpin tersebut akan mampu membuat dan memimpin perubahan bagi daerah yang dipimpinnya.

Sebagaimana tersirat dalam makna kalimat Tuleran Kada: “Gandang tang didedek, anna tipaseno-seno, to ma’parenta umben kaparualluanna to buda, na palaku tang na palaku” artinya Gendang tidak dipukul lalu bergema-gema. Pemimpin yang tanggap terhadap kebutuhan rakyatnya dan memenuhi kebutuhan mereka diminta atau tidak diminta. (*)

  • Penulis: zonakatacom

Berita Lain

  • Ingin Menghadiri Acara Rambu Solo’, Sebuah Minibus Terjun ke Jurang, Satu Orang Tewas

    Ingin Menghadiri Acara Rambu Solo’, Sebuah Minibus Terjun ke Jurang, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Gibran
    • visibility 2.940
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Naas, hendak menghadiri acara rambu solo’ (pesta kematian) sebuah minibus di Toraja Utara terjun kedalam jurang sedalam 30 meter, Kamis (13/1). Akibatnya satu orang tewas sementara delapan penumpang lainnya mengalami luka-luka. Saat evakuasi dilakukan oleh petugas yang dibantu oleh warga setempat pun berlangsung dramatis. Diketahui minibus jenis Toyota Kijang dengan nopol […]

  • Hingga Juni 2020, 9 Kasus Asusila Terjadi di Tana Toraja

    Hingga Juni 2020, 9 Kasus Asusila Terjadi di Tana Toraja

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Gibran
    • visibility 337
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Sejumlah kasus asusila baik persetubuhan anak dibawah umur maupun kasus cabul diungkapkan Unit PPA Polres Tana Toraja, Selasa (30/6). Kanit PPA Bripka Ismail Kadang yang di konfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan jika sepanjang tahun 2020, mulai Januari hingga Juni 2020, Unit PPA telah menyelesaikan 8 kasus persetubuhan anak dibawah umur dan […]

  • Alat Kelengkapan Dewan Terbentuk, DPRD Tana Toraja Segera Bahas Tatib

    Alat Kelengkapan Dewan Terbentuk, DPRD Tana Toraja Segera Bahas Tatib

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Gibran
    • visibility 389
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pembahasan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang dilakukan jajaran pimpinan DPRD dengan pimpinan fraksi-fraksi di DPRD Tana Toraja telah memutuskan sejumlah posisi penting. Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Yohanis Lintin Paembongan (YLP) mengatakan, seluruh Alat Kelengkapan Dewan sudah terbentuk melalui musyawarah mufakat. ”Puji Tuhan hari ini telah terbentuk Alat Kelengkapan Dewan melalui […]

  • Ahmad Arbi dan Ardiansyah Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua dan Wakil Ketua Askot PSSI Kota Parepare

    Ahmad Arbi dan Ardiansyah Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua dan Wakil Ketua Askot PSSI Kota Parepare

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Kifli
    • visibility 409
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – PAREPARE   Ahmad Arbi Agus dan Ardiansyah Arifuddin resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Parepare untuk periode 2024-2028 secara aklamasi dalam Kongres Askot PSSI Kota Parepare yang digelar di Auditorium BJ Habibie, Rujab Wali Kota Parepare, Minggu (29/12/2024). Pada kongres tersebut, sebanyak 19 klub yang memiliki hak suara […]

  • Dilantik Ketua PMI Toraja Utara, Wabup Dedi Palimbong Upayakan Hadirnya UTD

    Dilantik Ketua PMI Toraja Utara, Wabup Dedi Palimbong Upayakan Hadirnya UTD

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 559
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Wakil Bupati Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong, ST terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) masa periode 2022-2027. Wabup Dedi Palimbong terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah PMI Kabupaten Toraja Utara di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati di eks hotel Madarana, Kecamatan Tallunglipu, Selasa (19/4). Setelah dipilih, dalam sambutannya Dedi Palimbong menyampaikan […]

  • Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Narkoba, Seorang Wanita Ikut Tertangkap

    Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Narkoba, Seorang Wanita Ikut Tertangkap

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Gibran
    • visibility 487
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA   Selama 20 hari pelaksanaan Operasi Antik 2025, Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara berhasil mengungkap dua target operasi (TO) dan mengamankan tiga pelaku penyalahgunaan narkotika. Salah satunya adalah seorang perempuan. Operasi yang berlangsung dari 10 hingga 30 Juni 2025 ini bertujuan menekan angka peredaran gelap narkoba dan menciptakan situasi keamanan dan […]

expand_less