Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Kebenaran Didemo: Siapa Sebenarnya yang Salah?

Ketika Kebenaran Didemo: Siapa Sebenarnya yang Salah?

  • account_circle zonakatacom
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • print Cetak

ZONAKATA.COM – Aksi demonstrasi yang terjadi di Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja patut disayangkan. Gereja, sebagai lembaga yang seharusnya menyuarakan nilai-nilai kenabian—kebenaran, keadilan, dan moralitas—justru menjadi sasaran protes.

Perlu ditegaskan, pembongkaran arena “tedong petarung” bukanlah tindakan yang dilakukan oleh Gereja Toraja. Tindakan tersebut dilaksanakan oleh pihak kepolisian, berdasarkan kesepakatan bersama dengan keluarga penyelenggara. Dengan demikian, secara otoritatif dan operasional, keputusan itu berada dalam ranah penegakan hukum, bukan kebijakan institusional gereja.

Dalam konteks ini, Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) memandang penting adanya pelurusan informasi di tengah masyarakat. PPGT tidak hadir untuk menyerang budaya, melainkan menjaga kemurnian nilai—baik nilai iman maupun nilai budaya luhur—agar tidak disusupi praktik-praktik yang menyimpang.

Karena itu, pertanyaan mendasar perlu diajukan secara jernih: mengapa Gereja Toraja yang menjadi objek demonstrasi? Jika yang dipersoalkan adalah tindakan pembongkaran, maka semestinya arah protes ditujukan kepada pihak yang memiliki kewenangan langsung atas tindakan tersebut.

Namun, arah kemarahan tampak kehilangan kompas. Yang memegang palu tidak didatangi, yang meniup peluit tidak diprotes, sementara yang menyuarakan nilai moral justru dijadikan sasaran. Barangkali memang lebih mudah mendemo suara kenabian daripada berhadapan dengan otoritas penegakan hukum. Atau mungkin Gereja dianggap cukup “aman” untuk diserang—tidak akan membalas, tidak akan menangkap—hanya akan terus berbicara tentang kebenaran.

Dalam situasi seperti ini, Gereja tidak boleh diposisikan sebagai tameng atau pelampiasan ketidakpuasan yang keliru sasaran. Sebaliknya, Gereja harus tetap dihormati sebagai ruang moral yang menjaga kemurnian nilai, termasuk dalam menyikapi praktik-praktik yang berpotensi menyimpang dari makna budaya dan iman.

Kita semua diajak untuk bersikap bijak, objektif, dan proporsional. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan arah yang tepat, dasar yang jelas, serta semangat membangun—bukan sekadar reaksi emosional yang mencederai nilai-nilai yang kita junjung bersama.

Jika suara yang mengingatkan pun dianggap layak untuk didemo, maka persoalannya mungkin bukan lagi pada tindakannya, melainkan pada kebenaran yang terasa tidak nyaman—kebenaran yang, ketika ditolak, justru membuka ruang bagi yang keliru untuk tampil seolah-olah benar.

Dalam posisi ini, PPGT tidak boleh bersikap ambigu. PPGT harus hadir dengan sikap yang tegas, jelas, dan berani—bukan sekadar menjadi penonton, apalagi larut dalam keramaian yang kehilangan arah.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan iman, PPGT menyatakan sikap:

  • Menolak dan melawan segala bentuk penyelewengan adat dan budaya, termasuk praktik yang menjadikan ritus sebagai ruang transaksi kepentingan maupun perjudian terselubung.
  • Berkomitmen menjaga kemurnian makna budaya Toraja agar tetap sakral, bermartabat, dan tidak terdistorsi oleh kepentingan ekonomi maupun hiburan yang menyimpang.
  • Mengambil peran edukatif di tengah masyarakat melalui sosialisasi, diskusi, dan pembinaan generasi muda, agar mampu membedakan secara jernih antara budaya luhur dan praktik yang telah diselewengkan.

Lebih dari itu, PPGT harus menjadi teladan dalam kehidupan sosial dengan menjauhi dan melawan berbagai penyakit masyarakat seperti narkoba, perjudian berkedok adat, seks bebas, serta bentuk-bentuk dekadensi moral lainnya.

Dalam skala yang lebih luas, PPGT juga mendorong lahirnya gerakan moral kolektif dengan membangun sinergi bersama gereja, tokoh adat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat guna mengembalikan arah budaya pada nilai-nilai yang benar dan bermartabat.

Pada akhirnya, PPGT menegaskan bahwa keberpihakannya tidak pernah berubah: berdiri di atas kebenaran, menjaga kemurnian nilai iman, serta merawat budaya Toraja agar tetap luhur dan tidak disusupi kepentingan yang menyimpang. PPGT tidak hadir sebagai oposisi terhadap budaya, melainkan sebagai penjaga makna—agar yang luhur tetap terpelihara, dan yang keliru tidak diberi ruang untuk dibenarkan. (*)

  • Penulis: zonakatacom

Berita Lain

  • Digrebek, 35 Pelaku Judi Sabung Ayam di Toraja Utara Ditangkap, Perputaran Uang Capai Rp 1 Miliar

    Digrebek, 35 Pelaku Judi Sabung Ayam di Toraja Utara Ditangkap, Perputaran Uang Capai Rp 1 Miliar

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 235
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Ditreskrimun Polda Sulsel dan Sat Brimob menangkap 35 orang diduga pelaku judi sabung ayam di Se’ke’ Bontongan, Langda, Kecamatan Sopai, Toraja Utara pada Minggu (31/3/2024). Kini para pelaku yang tiga diantaranya perempuan itu telah diamankan di Polda Sulsel. “Pelaku berjumlah 35 orang, terdiri dari 29 pelaku judi sabung ayam dan 6 pelaku […]

  • Kunjungi Desa Marioritengnga Soppeng, Andi Amar Disambut Tari Paduppa

    Kunjungi Desa Marioritengnga Soppeng, Andi Amar Disambut Tari Paduppa

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 255
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – SOPPENG  Calon Anggota Legislatif, Andi Amar Maruf Sulaiman, menggelar pertemuan relawan di lapangan Jelloe Desa Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Rabu (20/12/2023). Kedatangan Andi Amar diawali dengan pemasangan sarung salempang kemudian disambut tarian Paduppa sebagai bentuk penghormatan dan tarian selamat datang. Diketahui Andi Amar maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan […]

  • Dinas Perdagangan Parepare Turun Awasi Produk Pupuk dan Pestisida

    Dinas Perdagangan Parepare Turun Awasi Produk Pupuk dan Pestisida

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle Kifli
    • visibility 204
    • 0Komentar

    ZONAKATA, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare melalui Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdag) turun melakukan pengawasan terhadap peredaran Pupuk dan Pestisida. Itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prasetyo Catur. (11/8/2023). Dia mengatakan, timnya turun dipimpin oleh bidang perdagangan bersama pihak Kantor Dinas PKP dan Kejaksaan. Pengawasan, kata dia, diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakat sebagai konsumen. […]

  • Demo Anarkis di Kantor Gubernur, Satpol PP Sulsel Minta Polisi Selidiki dan Tangkap Pelaku Pengrusakan

    Demo Anarkis di Kantor Gubernur, Satpol PP Sulsel Minta Polisi Selidiki dan Tangkap Pelaku Pengrusakan

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Gibran
    • visibility 273
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel mengenai kejadian aksi unjuk rasa yang anarki di Kantor Gubernur Sulsel. Diketahui, sekelompok massa mengaku sebagai suporter PSM Makassar berunjuk rasa dan merusak sejumlah fasilitas di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (5/12). Plt Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Ri Jaya […]

  • Bawaslu Sulsel Putuskan KPPS Tana Toraja dan Toraja Utara Tidak Bersalah

    Bawaslu Sulsel Putuskan KPPS Tana Toraja dan Toraja Utara Tidak Bersalah

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Gibran
    • visibility 174
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel setelah menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan sejumlah anggota KPPS di Tana Toraja dan Toraja Utara diputuskan tidak bersalah. Hal itu diputuskan pada rapat Majelis Pemeriksa dalam forum rapat pleno Bawaslu yang digelar di Ruang Sidang Bawaslu, Makassar, Kamis (20/6). Rapat pleno tersebut dipimpin oleh […]

  • Rammang-Rammang VIP Room di Bandara Hasanuddin, Gerbang Promosi Pariwisata Sulsel dan Penguat Koordinasi Pusat-Daerah

    Rammang-Rammang VIP Room di Bandara Hasanuddin, Gerbang Promosi Pariwisata Sulsel dan Penguat Koordinasi Pusat-Daerah

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 178
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAROS Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut para tamu penting yang tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, kini disambut dengan nuansa berbeda melalui kehadiran Rammang-Rammang VIP Room. Bukan sekadar ruang tunggu eksklusif, fasilitas ini dirancang sebagai representasi identitas dan kebanggaan Sulawesi Selatan. Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman saat meresmikan Rammang-Rammang […]

expand_less