Melihat Ritual Ma’Rinding Bamba di Pasapa’ Butang, Mappak
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Dalam kepercayaan Penganut Aluk Todolo (Agama Tua) di Kecamatan Mappak, Ma’rinding Bamba adalah salah satu ritual yang dilakukan untuk meminta kepada Sang Pencipta agar dijauhkan dari marabahaya atau penyakit lainnya.
Seperti Ma’rinding Bamba yang dilaksanakan di Pasapa’ Butang, Lembang Butang, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja,
Minggu 22 Maret 2020 yang lalu.
Secara harafia, Ma’rinding Bamba jika di artikan (Ma’rinding = Membuat Dinding, Bamba = Pintu Masuk). Jadi ma’rinding bamba dalam bahasa Indonesia berarti “Menutup Jalan Masuk“.
Menutup disini yang dimaksudkan bukan menutup akses jalan untuk manusia, namun “menutup jalan masuknya marah bahaya dalam suatu kampung“. Itulah makna dari Ma’rinding Bamba.
Ritual ini dilaksanakan ketika di berbagai tempat, terjadi suatu bencana atau suatu penyakit, atau wabah menular yang membahayakan. Olehnya itu lewat ritual ini, penganut kepercayaan Aluk Todolo di kecamatan Mappak meminta kepada sang pencipta untuk menjauhkan marabahaya tersebut.
Menurut Rizal Dorra, ritual ini dilakukan jika ada kejadian kejadian tertentu. Seperti waktu terjadi gempa beruntun di Mamasa maka warga melaksanakan ritual Ma’rinding Bamba. Untuk meminta perlindungan dari Sang Pencipta.
“Nanti kalau ada kejadian-kejadian tertentu baru dilaksanakan seperti ancaman bencana atau wabah penyakit,” ungkap Rizal.
Di beberapa tempat, ritual yang sama juga di lakukan. Dari berbagai kiriman di media sosial, Ma’rinding Bamba juga dilaksanakan di Sibanawa Kecamatan Sumarorong, dan Pasapa’ Tippalu Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat
📝 : Risal Dorra
📸 : Polys Bumil/Yotham Thomas
- Penulis: zonakatacom

