Lahan Tidur dan Peluang Ekonomi Budidaya Pisang
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
- print Cetak

Arnel Frydolin
Oleh: Arnel Frydolin (SISWA SMAN 5 TANA TORAJA)
Apakah kamu tahu apa itu putus cinta? Jika sudah tahu, Putus cinta sama juga dengan lahan tidur loh. Kok bisa? Karena, lahan tidur merupakan tanah yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya. Begitu pun dengan hati saya, sudah lama ditinggal pemiliknya. Sedih? Apa tidak terlalu dramatis? Masih banyak perempuan di sana yang pantas mengisi kekosongan hati itu. Tanah tidur juga dong. Masih banyak tanaman di luar sana untuk membangunkan tanah itu dari mimpinya. Hehehe. Terutama pohon pisang yang sudah melegenda di kalangan masyarakat.
Menurut Friedrich Nauman Stifung, seorang ahli ekonomi di Jerman berpendapat bahwa , persaingan adalah suatu mekanisme yang efektif dan efisien yang bertujuan untuk menemukan solusi-solusi baru diatas masalah-masalah baru. Ini berarti orang yang ingin berpeluang bukan hanya orang yang mempunyai uang. Tetapi, dia yang mampu menemukan hal-hal baru dalam menyelesaikan suatu masalah.
Sebelum kita melangkah ke dunia nyata, mari kita berlayar ke dunia imajinasi. Cerita ini berasal dari Tana Toraja. Ingat hanya imajinasi. Pada kisah ini diceritakan kakak beradik yang bernama Tato’ dan Lai’ Biung. Sejak kecil kedua kakak beradik ini sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Ibunya meninggal sejak Lai’ Biung dilahirkan. Hal tersebut membuat ayahnya sangat marah sehingga meninggalkan anak-anaknya dengan alasan supaya beban dalam hidupnya berkurang. Sungguh miris yah sobat literasi. Keduanya hidup tanpa ditemani kedua orang tuanya.
Hidup dalam sengsara dan kesederhanaan. Itulah mereka. Tapi apakah mereka menyerah? Tidak. Terbukti ketika mereka ingin mencoba hal-hal lain untuk menumbuhkan peluang ekonominya. Ketika mereka sedang berjalan-jalan, Lai’ Biung tidak sengaja melihat tanah yang sangat kosong dan penuh dengan tanaman liar. Dengan pikiran yang begitu luar biasa, Lai’ Biung mengajak saudaranya untuk meminta kebun tersebut kepada tetangga untuk diisi tanaman yang bisa menghasilkan uang.
Setelah beberapa jam bernegosiasi, akhirnya mereka mendapatkan izin dari pemilik kebun tersebut. Kedua anak ini langsung menanami lahan yang kosong . Tato’ sempat tidak percaya dengan usaha adiknya. Tapi dengan tekad yang kuat dan semangat, Lai’ Biung berhasil membuat kakanya untuk bekerja sama dengan dia.
Selang beberapa tahun kemudian usahanya membuahkan hasil. Kebut yang dirawatnya membuahkan hasil. Dari situlah akhirnya kedua anak ini berhasil mengubah derajatnya. Dengan menanam pisang dan menjual hasil panennya, mereka pun bisa hidup berkecukupan. kampung tersebut terlihat bangga melihat kemajuan kakak beradik ini. Berkat kedua anak ini, masyarakat pun mulai memanfaatkan lahan yang kosong untuk ditanami tanaman yang dapat menghasilkan uang. Tato’ dan Lai’ Biung hidup dengan tenteram tanpa memikirkan apa lagi yang akan mereka makan setelah hari berlanjut. Selesai.
Pesan yang dapat diambil dari cerita hasil karangan saya sendiri bahwa, kita tidak boleh menyerah menjalani hidup. Kita perlu meneladani sikap kedua anak ini. Meskipun berkekurangan mereka berhasil membangun peluang usaha.
Lantas setelah kita membaca cerita di atas, apakah kita akan terdiam dan hanya menunggu hasil yang ada? Seharapnya tidak. Peluang datang ketika aku, kamu, dan kita ingin berusaha. Jadi, jika kamu tidak mau berusaha, tunggu saja peluang tersebut akan meninggalkan kamu tanpa memberi harapan sedikit pun.
Jika berbicara tentang pisang pasti kita sudah sering melihat tanaman dan buah ini. Buktikan saja ketika kamu ke pasar tradisional kita disuguhkan oleh buah pisang yang sangat menarik pemikatnya. Bahkan, Sulawesi selatan siap dijadikan sebagai penghasil buah pisang terbesar di Indonesia loh. Keren kan? Buktinya, Pemerintah Sulawesi Selatan siap menanam pisang sebanyak 1 miliar pohon di lahan yang seluas 500 hektare. Pemerintah provinsi menunjukkan keseriusannya dengan menganggarkan APBD perubahan 2023 untuk budidaya tanaman pisang. Sangat luar biasa.
PJ Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin menjelaskan, selama ini budidaya pohon pisang di daerah kita belum dilakukan secara serius. Padahal konsumsi pisang di Indonesia cukp tinggi. Dalam perkataannya tersebut, mengajak kita seluruh masyarakat untuk tetap membudidayakan pisang mengingat kebutuhan pasar melonjak tinggi. Dengan program yang telah diluncurkan oleh pemerintah kita, yang ingin membuktikan bahwa memang pisang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan usaha tersebut, pemerintah meyakini akan membangun ekonomi yang berada di daerah Sulawesi Selatan dan akan menumbuhkan sikap bertani yang penuh dengan kekreatifan di dalam mengisi lahan yang kosong.
Bukan sulap bukan sihir, pohon pisang memiliki banyak kegunaan loh.Ini yang namanya serba guna. Misalnya daun pisang bisa menjadi lembaran uang. Tidak percaya? Tapi tunggu dulu. Ini bukan mistik atau klenik. Orang-orang akan bisa melakukannya. Misalnya di daerah palopo. Warga masyarakat di sana mampu mengonversi daun pisang menjadi lembaran uang yang nilainya bisa dikatakan banyak.
Apakah masyarakat tersebut pada jago-jago main sulap? Tentu tidak. Warga masyarakat palopo adalah petani yang kesehariannya menanam pohon pisang. Mereka secara khusus menanam pisang diambil daunnya lalu dijual. Bukan hanya daunnya. Buahnya juga diambil untuk diolah menjadi beberapa cemilan. Jenis pohon pisang yang mereka tanam adalah pisang batu. Pisang ini biasa dijuluki sebagai pisang manggala, pisang klutuk, atau pisang biji. Pisang batu adalah sejenis pohon pisang yang buahnya memiliki kulit yang cukup tebal dan susah dibuka. Kayak hati saya susah dibuka untuk perempuan lain.
Buah pisang ini jarang dikonsumsi kecuali ketika masih muda. Buah pisang yang masih muda biasa digunakan untuk bahan campuran membuat rujak ulek. Konon rasa kesat buah pisang batu yang masih muda bisa menetralisirkan rasa pedas cabe, sehingga perut tidak sakit.
Kemudian, Jenis pisang lain yang bagus dibudidayakan adalah pisang cavendish. Jenis pisang ini biasa juga disebut sebagai pisang Ambon putih. Pisang ini lebih banyak dibudidayakan karena banyak keberuntungan yang sangat menjanjikan. Harga pisang ini biasa paling rendah 1kg dijual dengan harga Rp.30.000. Nah, biasanya dalam satu tandan mempunyai buah seberat 30kg. Jika dikalikan, dalam satu pohon dapat menghasilkan cuan sebesar Rp.900.000. Kemudian jika saya menanam pohon pisang sebanyak 1000 pohon dalam satu hektare ketika ditotal akan mendapat keuntungan sebesar RP.900.000.000 Per sekali panen. Wow, sangat banyak bukan. Jadi gimana? Apakah Anda akan berbaring saja dan melihat setiap kesuksesan yang ada? Atau masih kurang bukti lagi?
Saya rasa pembuktianku sudah cukup. Informasi-informasi tersebut sudah sangat cukup untuk menjadi acuan kita dalam memanfaatkan lahan tidur alias tanah kosong untuk dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya yah… membudidayakan pohon pisang yang akan menghasilkan uang bagi orang yang ingin berusaha. Kemungkinan salah satu dari kita di Sulawesi Selatan termasuk ke dalam orang yang ingin banyak uang kan? Mana mungkin ada seseorang yang menginginkan dirinya untuk menjadi susah. Sekali-kali tidak dong. Maka dari itu. Mari, saya ajak saudara-saudari untuk tetap membidik setiap peluang bisnis yang ada dalam setiap masyarakat. Biarpun bagaimana keadaan kita. Mau miskin atau tidak. Tetap, usahalah yang akan menentukan nasib kita.
- Penulis: zonakatacom
