Jelang HUT ke-17 Toraja Utara, Warga Pangala’ Impikan Jalan Mulus
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Toraja Utara, harapan besar disuarakan warga Pangala’, Kecamatan Rindingallo.
Mereka mendambakan perbaikan jalan poros trans Sulawesi yang telah rusak parah selama bertahun-tahun.
Keluhan ini mencuat saat peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku dan acara tradisional Si’ Semba (adu kaki) yang digelar di Lapangan Pangala’ dalam rangkaian kegiatan The Legend of Pongtiku II.
Warga berharap momentum HUT Toraja Utara dan peringatan jasa Pahlawan Pongtiku menjadi momen penting agar suara mereka didengar oleh pemerintah.
Diketahui, kondisi jalan poros dari Ke’pe, Kecamatan Kapalapitu menuju Pangala’, Kecamatan Rindingallo mengalami kerusakan parah sejak tahun 2015. Jalan berlubang dan sering tergenang air, menghambat aktivitas warga dan memperlambat akses.
Meski sempat diperbaiki, proyek perbaikan jalan yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana pada tahun 2020 itu ditinggalkan sebelum rampung. Hingga kini, jalan tersebut tak kunjung mendapat perhatian serius.
“Kami sangat rindu jalan yang mulus. Dulu proyeknya ditinggal begitu saja. Sekarang kami berharap pemerintah yang baru bisa memperhatikan kondisi jalan kami,” ujar Nursiah, warga Pangala’, saat ditemui di pasar setempat, Rabu (16/7/2025).
Nursiah menuturkan bahwa ia pernah mendengar langsung pernyataan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Komaling yang juga cucu dari Pahlawan Nasional Pongtiku, saat menggelar acara syukuran di Pangala’.
Sang gubernur menyatakan keinginan untuk memperbaiki jalur jalan dari Ke’pe ke Pangala’.
“Pak Yulius saja ingin memperbaiki jalan menuju kampungnya, tentu kami sebagai warga sangat berharap hal yang sama. Sudah sepuluh tahun kami menderita karena jalan ini rusak. Jalan bagus hanya sampai di Ke’pe,” lanjut Nursiah.
Senada, Ardi Lulun, pemuda asal Rindingallo, juga meminta perhatian serius pemerintah terhadap jalan tersebut yang berstatus jalan provinsi.
Menurutnya, meski jarak yang rusak hanya sekitar 4 kilometer, waktu tempuh bisa mencapai 35 menit karena kondisi sangat buruk.
“Lubangnya besar dan penuh genangan air, seperti ombak di pegunungan. Kami mohon perhatian dari pemerintah provinsi dan daerah,” ujarnya.
Ia pun berharap momen besar seperti peringatan Hari Pahlawan Pongtiku yang telah dilaksanakan pada 10 Juli lalu, serta HUT ke-17 Kabupaten Toraja Utara pada 21 Juli mendatang, dapat membawa berkah bagi warga pegunungan Pangala’.
“Semoga ada perhatian untuk warga di daerah pegunungan agar bisa menikmati jalan yang layak. Salam dari anak gunung, putra Rindingallo,” pungkasnya.
Sebagai informasi, proyek jalan poros Rantepao–Pangala’ yang menjadi jalur penghubung antarprovinsi Sulawesi Selatan dengan Mamuju, Sulawesi Barat, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp58 miliar melalui Program Jalan Hibah Daerah (PJHD) yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.
Risna
- Penulis: zonakatacom
