Lima Anak Ditinggal Orang Tua dalam Tragedi Sereale, Pemkab Toraja Utara dan BPJSK Siap Bantu
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 14 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Duka mendalam menyelimuti Toraja Utara pasca kecelakaan tragis truk terbalik di Sereale, Kecamatan Tikala, pada Sabtu (12/7/2025).
Dari tujuh korban jiwa, lima di antaranya meninggalkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Peristiwa memilukan itu terjadi di To’ Nanankan, wilayah Sareale, ketika sebuah truk bak terbuka yang mengangkut sekitar 20 warga terguling di tikungan jalan sempit dan curam.
Truk tersebut baru saja kembali dari menghadiri acara adat kematian Rambu Solo’ di Lo’ko Uru, Kecamatan Rindingallo.
Tujuh korban meninggal dunia adalah Jeni Valin Parimmanan (22), Saenal (33), Selpiana Lobo (43), Yuliana Kadang (36), Ludia Salu (65), Petrus Ngala (65) dan Aris Tangkelembang.
Tragedi ini meninggalkan kisah pilu bagi lima anak yang kini harus menjalani hidup tanpa kehadiran orang tua mereka.
Lima anak tersebut adalah siswa-siswi SDN 1 Bangkelekila yaitu Nefal Ngala’tande (kelas 3) dan Neysia Ngala’tande (kelas 1), bersaudara kandung yang kehilangan ibu mereka, almarhumah Selpiana Lobo, serta kakek dan nenek mereka, almarhum Petrus Ngala dan almarhumah Ludia Salu.
Crisel Patto Kondolele (kelas 6) dan adiknya Jansa Rimman Kondolele (kelas 2), ditinggal ibu mereka, almarhumah Jeni Valin Parimmanan. serta Anugra Pasasak (kelas 3), ditinggal ibunya, almarhumah Yuliana Kadang.
Menurut salah satu guru SDN 1 Bangkelekila, Agnes, dua dari anak yang berduka, yakni Nefal dan Neysia, sempat masuk sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru.
Pihak sekolah kemudian melayat ke rumah duka, memberikan dukungan moral serta menyampaikan belasungkawa.
Dari informasi diperoleh salah satu korban rencananya akan dimakamkan di Palawa pada Kamis 17 Juli 2025 mendatang.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memberikan bantuan dan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang menjadi korban tragedi ini.
“Kita akan berikan bantuan dan juga pendampingan psikologis yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi seperti TP PKK, serta instansi lainnya,” ujar Frederik.
Tak hanya dari pemerintah daerah, bantuan juga akan datang dari BPJS Ketenagakerjaan dalam bentuk santunan dan beasiswa. Orang tua korban diketahui masuk dalam kategori pekerja rentan, sehingga berhak atas perlindungan sosial.
“BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan bantuan karena orang tua mereka termasuk pekerja rentan,” tambah Frederik.
Tragedi ini tidak hanya mengguncang masyarakat Toraja Utara, tetapi juga menyentuh hati banyak orang, termasuk para perantau Toraja dan netizen di media sosial yang ramai menyuarakan duka lewat tagar #DukaSereale.
Risna
- Penulis: zonakatacom
