fbpx
30 C
Makassar
Selasa, 5 Juli 2022

Polisi Cari DNA Pembanding Kasus Penemuan Bayi Tanpa Kepala di Toraja

Populer

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penemuan potongan tubuh bayi tampa kepala di Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek.

Terbaru, Tim Forensik Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Sulawesi Selatan diturunkan untuk autopsi potongan tubuh bayi.

Proses autopsi dilakukan di kamar jenazah RSUD Lakipadada Tana Toraja, Senin (11/4)

“Hasil autopsi kita temukan bayi ini lahir sudah cukup bulan,” kata Dokter Forensik Polda Sulsel, dr Denny Mathius saat ditemui di RSUD Lakipadada Senin siang.

Dalam proses autopsi itu, Tim Forensik juga menentukan sebab kematian bayi dan mengambil sampel DNA bayi.

“Tapi kita tidak akan tahu identitas bayi jika tidak ada DNA pembanding, makanya ini akan menjadi tugas penyidik Polres Tana Toraja,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP S. Ahmad mengatakan, proses penyelidikan terus berlanjut. Termasuk pihaknya akan mencari sampel DNA pembanding.

“Penyelidikan terus berjalan, hasil autopsi ini akan kita tindaklanjuti,” jelasnya saat dikonfirmasi terpisah.

- ADS -

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sebanyak empat orang saksi. Empat saksi yang diperiksa diantaranya mahasiswa dan warga sekitar lokasi penemuan mayat bayi.

Hasil pemeriksaan saksi itu, polisi belum mendapat petunjuk signifikan.

“Sampai saat ini belum ada petunjuk siginifikan, tapi kita tetap menindak lanjuti dan mencari petunjuk yang baru,” jelas AKP Ahmad.

Sebelumnya, potongan tubuh bayi tanpa kepala hebohkan warga Rantekalua, pada Minggu 3 April 2022 lalu. Saat ditemukan, potongan tubuh bayi tengah diseret oleh tiga ekor anjing.

Awalnya, saksi Yosafat (19 thn) mengira potongan tubuh bayi adalah boneka. Namun setelah dilihat lebih dekat ternyata potongan tubuh manusia. Ia pun langsung melapor ke pihak kepolisian.

Polisi setelah melakukan olah TKP menyatakan bahwa bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Bayi masih dilengkapi tali pusar dan diperkirakan masih berusia satu hari.

Diduga, bayi malang tersebut dari hasil hubungan gelap. Kemudian dibuang kelokasi yang jauh dari pemukiman warga.

Tom/ZK

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Praya XI PPGT Resmi Digelar, 95 Klasis dari 17 Provinsi Menyatu di Bittuang Tana Toraja

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA Pertemuan Raya atau Praya XI Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) secara resmi digelar di Kecamatan...

Berita Lain

- Advertisement -