Pemerintah Baru, Asa Baru Bagi Warga Bokin Pitung Penanian
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Harapan baru untuk kesekian kalinya hadir dengan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara yang baru Yohanis Bassang dan Frederik Victor Palimbong.
Khususnya bagi salah satu daerah yang selama ini mendapatkan diskriminasi pembangunan yang tidak merata dan termarjinalkan yaitu daerah Bokin Pitung Penanian yang terletak diwilayah Kecamatan Rantebua.
Hal tersebut diungkapkan salah satu Pemuda Bokin yang juga merupakan aktivis FORMAT (Forum Mahasiswa Toraja), Wahyu Pratama melalui press releasenya, Senin (26/4).

Dikatakan setiap ajang pesta demokrasi baik itu Pilkada maupun Pemilu Legislatif, politik electoral selalu bermunculan baik janji, slogan dan jargon kerakyatan serta pembangunan berkeadilan dari para elit politik.
“Namun bagi masyarakat Bokin Pitung Penanian janji-janji politik para elit saat berkompetisi bak jauh panggang dari api,” kata Wahyu.
Dengan melihat realitas dan kondisi daerah Bokin Pitung Penanian dari dulu sampai sekarang belum ada tanda tanda kemajuan dari berbagai sektor. Bahkan menurut Wahyu, masyarakat Bokin sampai saat ini bisa dikatakan belum merasakan manisnya pembangunan.
“Infrastruktur sebagai salah instrument penting dalam menunjang roda perekonomian dan pelayanan publik serta untuk peningkatan kesejahteraan masih sangat jauh dari harapan masyarakat,” ungkapnya.
Padahal lanjut Wahyu, di wilayah tersebut terdapat PT. Toarco Jaya sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar di Toraja bahkan di Sulawesi Selatan, yang sudah beroperasi 40 tahun lebih. Keberadaan perusahaan kopi terbesar seperti ini seharusnya turut bisa menjawab persoalan kesejehteraan masyarakat setempat.
“Ujuk-ujuk kesejahteran, sumbangsih terhadap peningkatan pendidikan serta pembangunan seperti infrastruktur sama sekali tidak terlihat. Padahal akses jalan Bokin Pitung Penanian menjadi akses utama transportasi PT. Toarco Jaya untuk mendistribusi hasil produksi mereka,” beber Wahyu.
Tak hanya itu, tanggung jawab sosial perusahaan yang lain pun sama sekali tidak terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Toarco Jaya hanya melakukan aktivitas eksploitatif dan dominasi penguasaan lahan perkebunan yang sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Untuk itu, lanjut Wahyu, masyarakat Bokin Pitung Penanian berharap pemerintahan yang baru ini benar-benar merealisasikan pembangunan yang berkeadilan, merata, tidak diskriminatif dan pro rakyat terlebih khusus bagi daerah Bokin.
Oleh karena itu mewakili masyarakat, pemuda dan mahasiswa Bokin Pitung Penanian meminta agar:
- Pemerintahan yang baru memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai instrument penting dalam menunjang roda perekonomian dan pelanyanan public di daerah Bokin Pitung Penanian.
- Pemerintahan yang baru mengevaluasi keberadaan PT. Toarco Jaya sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar yang sudah beroperasi di wilayah Bokin sejak 40 Tahun yang lalu namun sama sekali belum memberikan sumbangsih pembangunan terhadap wilayah Bokin Pitung Penanian.
- Mengajak seluruh masyarakat Bokin Pitung Penanian untuk mengawal kinerja pemerintah dan para perwakilan Legislatif yang ada di DPRD Toraja Utara yang selama ini dinilai kurang produktif untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah Bokin Piung Penanian.**
- Penulis: zonakatacom
