Giat berkebun, Kabag Pemerintahan Mamasa Ajak Generasi Muda Bertani
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAMASA Di tengah rutinitasnya sebagai birokrat, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa, Lewi, tampil beda.
Bukan hanya duduk di balik meja kantor, Lewi aktif mengelola kebun miliknya sendiri, mulai dari pembibitan hingga panen.
Apa yang dilakukannya bukan sekadar hobi, melainkan langkah nyata untuk menumbuhkan semangat baru di dunia pertanian, khususnya di kalangan generasi muda.
Lewi menyadari bahwa belakangan ini banyak anak muda mulai meninggalkan lahan-lahan produktif dan lebih memilih sektor yang dianggap menjanjikan secara instan. Ia ingin mengubah pandangan itu.
“Saya ingin menunjukkan bahwa bertani tetap bisa menjadi aktivitas yang bernilai. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek keberlanjutan dan ketahanan pangan,” ujar Lewi, Selasa (1/7/2025).
Di kebunnya, Lewi menerapkan sistem pertanian organik. Ia secara tegas menolak penggunaan pupuk kimia sintetis, dan memilih pupuk alami demi menjaga kualitas tanah dan kelestarian lingkungan.
Tak hanya menanam, Lewi juga berencana menjadikan lahannya sebagai kebun edukatif yang bisa dikunjungi oleh pelajar dan masyarakat umum. Ia percaya bahwa pertanian modern bukan cuma soal hasil panen, tapi juga kepedulian terhadap alam dan keberlanjutan ekosistem.

“Pola tanam harus inovatif dan berkelanjutan. Inilah wajah pertanian modern yang seharusnya kita dorong ke depan,” jelasnya.
Panen Pakcoi atau Sawi Hijau kali ini menjadi momen istimewa. Sebagian hasilnya disalurkan ke rumah-rumah penginapan yang digunakan dalam kegiatan keagamaan Pekan PAR GTM ke-1 di Kelurahan Tabone.
Langkah ini disambut antusias warga. Bahkan, sejumlah pemuda mulai tertarik belajar langsung dari kebun milik Kabag Pemerintahan tersebut. Tak sedikit yang menyebut Lewi sebagai contoh nyata pejabat yang menginspirasi.
Apa yang dilakukan Lewi bukan hanya soal bertani, tapi sebuah gerakan sunyi yang perlahan menggugah kesadaran, bahwa pertanian bukan profesi usang, melainkan masa depan.
Dengan peran aktif seperti ini dari aparatur sipil negara, Mamasa punya harapan besar untuk kembali bangkit sebagai sentra sayuran organik berkualitas di Sulawesi Barat.*
- Penulis: zonakatacom
