Tidak Boleh Ada Anak Tertinggal, PKK Sulsel Dorong Percepatan Imunisasi
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tim Penggerak PKK Pusat, serta Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat percepatan penurunan angka anak tanpa imunisasi (zero dose) melalui sosialisasi dan mobilisasi masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Hibah GAVI TA Tahun 2026 yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Gowa.
Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa menjadi lokus prioritas dengan jumlah anak zero dose mencapai 5.787 anak, dengan target intervensi minimal 2.894 anak. Program ini berlangsung mulai Maret hingga minggu kedua Mei 2026, mencakup tahapan koordinasi, sosialisasi, intervensi imunisasi, hingga monitoring dan evaluasi.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak layanan kesehatan dasar, khususnya imunisasi.
“Program ini adalah langkah konkret untuk memastikan tidak ada anak di Sulawesi Selatan yang tertinggal dari layanan imunisasi. Kita ingin seluruh anak tumbuh sehat dan terlindungi sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua terkait manfaat imunisasi, termasuk pemahaman mengenai keamanan dan kandungan vaksin, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Edukasi kepada orang tua sangat penting agar tidak timbul keraguan atau persepsi yang keliru. Dengan demikian, anak-anak dapat memperoleh imunisasi secara lengkap dan target capaian bisa terus meningkat,” tambahnya.
Peran PKK dinilai sangat strategis dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga melalui jaringan kader dan dasa wisma.
“PKK memiliki kekuatan dalam mobilisasi masyarakat. Melalui kader hingga dasa wisma, kita dapat memastikan edukasi dan intervensi imunisasi menjangkau langsung keluarga sasaran,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini didukung oleh 21 puskesmas lokus, terdiri dari 8 puskesmas di wilayah dataran tinggi dan 13 di dataran rendah. Selain itu, terdapat 699 posyandu yang tersebar di 163 desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan target penurunan angka anak zero dose dapat tercapai secara optimal, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Sulawesi Selatan yang sehat, kuat, dan berkualitas.
- Penulis: zonakatacom
