Dituding Pilih Kasih Dalam Pembubaran kegiatan Rambu Tuka dan Rambu Solo’, Ini Jawaban Kapolres Tana Toraja
- account_circle Gibran
- calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Upaya yang dilakukan Polres Tana Toraja dalam menertibkan kegiatan sosial berupa rambu tuka (pesta pernikahan/syukuran) dan rambu solo’ (pesta kematian/kedukaan) di tengah pandemi Covid-19 mendapat protes dari banyak warga.
Polres Tana Toraja pun dituding pilih kasih dalam membubarkan dua kegiatan adat tersebut. Dimana, ada kegiatan yang dibubarkan namun ada juga yang tidak. Menanggapi hal itu Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu menggelar jumpa pers, Selasa (26/1) untuk meluruskan tudingan itu.
Ia mengatakan bahwa masyarakat salah paham. Dimana, kegiatan yang telah dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan Covid-19 berikut imbauan Bupati. Seperti tamu yang hadir lebih 50 orang, berkerumun dan ada yang tidak memakai masker.
“Kegiatan yang dibubarkan karena memang melakukan pelanggaran prokes, berkerumun dan melanggar instruksi bupati yang maksimal 50 orang,” papar Kapolres.
Sedangkan kegiatan yang tidak dibubarkan karena telah tertib menjalankan prokes. Tamu yang hadir memakai masker, pelaksana kegiatan menyediakan wadah cuci tangan, menjaga jarak dan mengikuti imbauan Bupati.
“Terus apakah ini dibubarkan? Ya, tidak karena sudah mematuhi aturan yang ada,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, hingga saat ini pihaknya memang belum mengeluarkan surat ijin keramaian untuk kegiatan apapun. Kebijakan itu sebagai antisipasi agar masyarakat tidak menggelar kegiatan yang dihadiri banyak orang.
Meski begitu Polres Tana Toraja tidak melarang warga untuk menggelar suatu kegiatan. Namun dengan catatan tertib prokes Covid.
“Kami dari Polres tidak mengeluarkan ijin keramaian, bukan melarang suatu kegiatan. Namun warga yang gelar kegiatan agar menerapkan prokes Covid-19”, harapnya.
Untuk diketahui, jumlah kasus Covid-19 berdasarkan data monitoring penanganan Covid-19 Kabupaten Tana Toraja hingga Selasa 26 Januari 2021 pukul 16.00 Wita, telah mencapai 783 kasus. Dimana 19 masih dirawat di rumah sakit dan 332 menjalani isolasi mandiri, serta 416 orang telah menjalani isolasi (sembuh). Sementara 16 orang diantaranya meninggal dunia.
Tom-Anjas
- Penulis: Gibran
