Bupati Mamasa Tekankan Efektivitas Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025
- print Cetak

foto Istimewa
ZONAKATA.COM – MAMASA Bupati Mamasa, Welem Sambolangi menegaskan pentingnya efektivitas dalam pelaksanaan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang selama ini berjalan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sekolah Lapang RHL dan Agroforestry Sub DAS Mamasa yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Jeneberang-Saddang, di Aula Kantor Kecamatan Sumarorong, Jumat (22/08/2025).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa setiap program penanaman pohon harus lebih dari sekadar kegiatan seremonial atau formalitas belaka.
“Yang kita butuhkan bukan hanya berapa pohon yang ditanam, tetapi berapa pohon yang benar-benar tumbuh. Jangan hanya membagikan bibit, ditanam lalu ditinggalkan. Kalau mati, harus diganti dengan bibit baru,” tegas Bupati Welem.
Ia menyampaikan keprihatinannya karena sejak program rehabilitasi dijalankan pada tahun 2021, hasil nyata berupa penghijauan di lahan kritis Mamasa belum terlihat secara signifikan. Masih banyak kawasan hutan yang gundul dan belum pulih.
“Pendampingan harus jelas dan berkelanjutan. Mamasa tidak boleh hanya dijadikan lokasi laporan pertanggungjawaban. Harus ada hasil yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.
Bupati juga menyarankan agar bibit yang digunakan dalam program rehabilitasi berasal dari jenis lokal dan disemai langsung di wilayah Mamasa.
Menurutnya, penggunaan bibit dari luar daerah sering kali tidak cocok dengan karakteristik tanah Mamasa, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, perwakilan dari BP DAS Jeneberang-Saddang, Achmad Sudarno, memaparkan sejumlah capaian program, di antaranya rehabilitasi hutan seluas 1.537 hektar, pembangunan 106 unit bronjong penahan erosi dan pembentukan kelompok tani hutan di berbagai wilayah.
Namun, ia juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai kendala dalam pelaksanaan, terutama terkait pemeliharaan bibit.
Faktor-faktor seperti rendahnya kesadaran masyarakat dan ketidaksesuaian jenis tanaman dengan kondisi lahan menjadi tantangan utama.
Sebagai penutup, Bupati Mamasa berharap agar program RHL ke depan lebih berorientasi pada keberlanjutan, hasil nyata, serta manfaat langsung bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.*
- Penulis: zonakatacom
