Belasan Pendulang Emas Tewas Dibantai di Yahukimo, Satu Korban Asal Toraja
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – YAHUKIMO Belasan pendulang di wilayah Yahukimo tewas dibantai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menggunakan senjata tajam mapun senjata api.
Pembantaian terjadi 6-8 April 2025 di area pendulangan Lokasi 22 serta Muara Kum dan berlanjut 9 April 2025 di Kali Merah dan Kali Kabur.
Juru bicara Komnas TPNPB OPM Sebby Sambom yang mengirim rilis kepada wartawan di Jayapura menuliskan, 11 orang dibantai di Muara Kum, 1 orang di Kali Merah dan 5 orang di Kali Kabur.
Dalam rilis yang dikirim Sambom menuliskan bahwa pihaknya mengeksekusi 11 orang tersebut karena dianggap sebagai anggota Militer Pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas.
“Penambangan ilegal di Kali Kabur yang dilakukan oleh militer pemerintah Indonesia kerap kali melakukan pemantauan udara menggunakan Drone dari Kali Kabur ke Markas TPNPB,” tulis Sambom.
“Sehingga pasukan TPNPB langsung melakukan operasi dan berhasil eksekusi mati anggota militer Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal dalam operasi tersebut,” lanjutnya.
Salah seorang dari penambang yang dibunuh tersebut berasal dari Toraja bernama Riston.
Belum diketahui pasti Risnto dibunuh di mana, namun sumber di Jayapura mengatakan dia menjadi salah korban yang dibunuh, bahkan foto korban sudah beredar di media sosial.
Satgas Damai Cartenz membenarkan terjadinya pembunuhan 11 penambang di Yahukimo tersebut.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, 11 warga sipil yang berprofesi sebagai penambang emas menjadi korban pembunuhan brutal di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Pelaku kata dia, mengklaim diri sebagai Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.
Dijelaskan, dari 11 jenazah, enam diantaranya sudah teridentifikasi yaitu Aidil, Sahruddin, Ipar Stenli, Wawan, Feri, dan Bungsu.
Selain korban tewas, 35 penambang lainnya berhasil menyelamatkan diri dan kini mendapat perlindungan dari TNI-Polri di Kampung Mabul, Asmat.
Namun, delapan orang lainnya dilaporkan terpisah dari rombongan dan belum diketahui nasibnya.
Dua warga sipil, seorang kepala dusun bernama Dani dan istrinya Gebi, diduga masih disandera oleh para pelaku.*
Tomipaseru
- Penulis: zonakatacom
