Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditangkap, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba
- account_circle Risna
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Oknum perwira Polres Toraja Utara, berinisial AKP AE, ditangkap oleh Polda Sulawesi Selatan terkait dugaan keterlibatan dalam kasus peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Tak hanya AE, seorang personel Polres Toraja Utara berinisial N yang menjabat sebagai Kanit, juga turut diamankan di Makassar.
Keduanya diduga kuat membekingi bandar narkoba di Toraja Utara serta menerima setoran sebesar Rp13 juta setiap minggu sejak September 2025.
Informasi penangkapan ini mencuat setelah pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Tana Toraja, yang lebih dulu mengamankan empat pelaku dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 100 gram.
Keempat pelaku tersebut yakni tiga laki-laki berinisial MJ (25), D (35), dan AD (26), serta satu perempuan berinisial ET alias O (41).
Mereka ditangkap di Rantepao, Toraja Utara, pada Rabu 28 Januari 2026 lalu.
AKP AE dan N kemudian diperiksa oleh tim khusus Polda Sulsel setelah hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap ET mengaitkan keduanya dalam jaringan peredaran narkoba tersebut.
Dalam pemeriksaan, ET mengaku rutin menyetor uang sebesar Rp13 juta per minggu kepada personel Polres Toraja Utara.
Pemeriksaan anggota Polri yang baru 9 bulan menjabat sebagai Kasat Narkoba itu menggemparkan masyarakat dan memunculkan pertanyaan terkait siapa bandar narkoba yang dibekingi di Toraja Utara.
Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto, saat dikonfirmasi terkait penangkapan anggotanya, enggan berkomentar panjang dan meminta agar konfirmasi dilakukan ke Polda Sulawesi Selatan.
“Silakan koordinasi ke Polda,” ujarnya singkat, Sabtu (22/2/2026).
Sementara itu, Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Effendy, membenarkan penangkapan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa AKP AE dan N telah menjalani Penempatan Khusus (Patsus).
“Iya benar, kami (Polda Sulsel) sudah melakukan Patsus untuk pemeriksaan awal,” katanya.
Lebih lanjut, Zulham meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan yang masih berlangsung.
“Intinya, tidak ada tempat bagi oknum yang bermain-main, apalagi dalam persoalan narkoba. Kasus ini akan diselidiki lebih lanjut sejauh mana keterlibatan dan peran masing-masing pihak,” pungkasnya.
- Penulis: Risna
