Wisata Desa Tondok Bakaru Sumbang PAD Mamasa Rp100,9 Juta Sepanjang 2025
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- print Cetak

foto Istimewa
ZONAKATA.COM – MAMASA Sektor pariwisata Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mamasa sepanjang tahun 2025. Dari retribusi wisata, desa ini berhasil menyetor PAD sebesar Rp100.980.000.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Mamasa, jumlah kunjungan wisata ke Desa Tondok Bakaru sejak Januari hingga Desember 2025 mencapai 23.796 orang, terdiri dari wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.
Kepala Desa Tondok Bakaru, M. Daniel Dessaratu, menjelaskan bahwa pengelolaan wisata desa dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dan BUMDes Tondok Bakaru, yang mulai berjalan sejak Juni 2025.
“Total pengunjung wisata Desa Tondok Bakaru tahun 2025 sebanyak 23.796 orang, baik tamu lokal, nasional, maupun mancanegara,” ujar Daniel.
Ia merinci, jumlah tersebut terdiri atas 11.954 wisatawan reguler dan 11.842 pengunjung Event Kampung Natal Tondok Bakaru 2025, yang secara resmi ditutup pada Jumat malam, 10 Januari 2026.
Menurut Daniel, seluruh aktivitas wisata yang berlangsung sepanjang 2025 telah memberikan kontribusi langsung terhadap PAD Kabupaten Mamasa melalui retribusi wisata.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan BUMDes Tondok Bakaru atas keberhasilan mengelola potensi wisata desa secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Kontribusi PAD dari Tondok Bakaru menunjukkan bahwa jika wisata desa dikelola dengan baik, transparan, dan melibatkan masyarakat, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh daerah dan warga,” kata Welem.

Kepala Desa Tondok Bakaru, M. Daniel Dessaratu (foto Istimewa)
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mamasa berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan destinasi wisata unggulan melalui peningkatan infrastruktur, kualitas pelayanan, serta penguatan kelembagaan pengelola wisata desa.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa dan BUMDes, termasuk dukungan infrastruktur dan pembinaan, agar pengelolaan wisata semakin profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Event Kampung Natal Tondok Bakaru, Daniel mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam penyelenggaraannya. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wisatawan atas sejumlah kekurangan selama kegiatan berlangsung.
“Event Kampung Natal merupakan salah satu event wisata yang dikelola BUMDes Tondok Bakaru. Kami menyadari masih banyak kekurangan, sehingga setiap masukan dari pengunjung akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” katanya.
Daniel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa atas dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan menuju kawasan wisata yang dilaksanakan pada awal 2025 melalui Dinas PUPR Kabupaten Mamasa.
Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap keberhasilan pengelolaan Desa Wisata Tondok Bakaru dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal dan ekonomi kerakyatan.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pendapatan Kabupaten Mamasa, Harun, mengatakan pihaknya akan memperluas kerja sama dengan desa-desa lain dalam pengembangan objek wisata desa guna meningkatkan retribusi sebagai sumber PAD.
Ia menambahkan, melalui Dinas Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Mamasa telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW) yang mencakup tiga kawasan wisata prioritas, yakni Tondok Bakaru, Taupe, dan Liawan.
- Penulis: zonakatacom
