Pemprov Sulsel dan Bank Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Sekda Jufri Dorong Skema Kredit Pesantren Tanpa Bunga
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Closing Ceremony Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025, yang digelar di Baruga Phinisi, Kantor BI Sulsel, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan bertema “Memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Kolaboratif, Inovatif, dan Inklusif” ini menjadi puncak rangkaian BEKS yang telah berlangsung selama sebulan penuh sepanjang Oktober 2025, melibatkan berbagai instansi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menegaskan, BEKS menjadi momentum penting bagi penguatan kemandirian ekonomi umat di Sulsel. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi lintas sektor agar berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Membangun ekonomi dan keuangan syariah tidak bisa single sektor, tetapi harus kolaboratif. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan di sini menunjukkan keseriusan kita membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Jufri juga mengusulkan agar pemerintah membuka skema kredit tanpa bunga bagi pondok pesantren untuk mendukung aktivitas ekonomi produktif di lingkungan pesantren.
“Seperti halnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), pesantren juga bisa diberi akses pembiayaan tanpa bunga. Ini akan sangat membantu koperasi pesantren, misalnya untuk usaha ternak ayam petelur yang bisa menyuplai kebutuhan telur hingga ribuan butir per hari,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Wahyu Purnama A menyebutkan, BEKS 2025 telah menggelar 18 kegiatan dengan total peserta mencapai 5.000 orang. Kegiatan tersebut mencakup edukasi literasi keuangan syariah, penguatan ekosistem halal value chain, pemberdayaan ekonomi pesantren, dan keuangan sosial syariah.
Dalam acara penutupan, dilakukan sejumlah penyerahan dan penandatanganan penting, antara lain:
- Kerja sama pasokan antara Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dan SPPG;
- Penyerahan sertifikat juru sembelih halal (Juleha);
- Penyerahan sertifikat Nazhir Wakaf;
- Sertifikat halal bagi penyelia SPPG dan rumah potong unggas;
- Sertifikat Zona KHAS SMA 17 Makassar serta Kantin Koperasi Kantor Gubernur Sulsel.
Acara ditutup dengan tausiyah Syekh Muhammad Jaber yang mengangkat tema “Meneladani Rasulullah dalam Membangun Ekonomi Syariah yang Berkah.” (*)
- Penulis: zonakatacom
