Pelatihan Tajwid Guru Agama Se-Sulsel, Upaya Gubernur Perkuat Karakter Pendidikan Keagamaan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak melalui peningkatan kapasitas guru agama.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Pembelajaran Tajwid bagi Guru Agama se-Sulawesi Selatan di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, beberapa hari lalu.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sulsel bekerja sama dengan PGRI Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel ini berlangsung selama sepekan, mulai 2 hingga 9 November 2025.
Menurut Andi Sudirman, peningkatan kompetensi guru agama merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan keagamaan, terutama dalam hal pembacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, serta penanaman kecintaan terhadap kitab suci di kalangan pelajar.
“Alhamdulillah, hari ini kita membuka Bimbingan Pembelajaran Tajwid bagi Guru Agama se-Sulsel. Melalui kegiatan ini, kita ingin para pendidik memiliki kemampuan tajwid yang baik dan mampu menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an kepada peserta didiknya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas guru agama tidak hanya berfokus pada aspek teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga penanaman nilai moral dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran.
“Harapannya, lahir lebih banyak pendidik yang tidak hanya mengajarkan bacaan yang benar, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar tumbuh dengan iman, ilmu, dan akhlak yang kuat,” jelasnya.
Andi Sudirman juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pemahaman agama dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi.
Hal itu dinilai sebagai bagian dari karakter masyarakat Sulsel yang adaptif namun berakar kuat pada nilai-nilai luhur.
“Saya ingin mengembalikan kearifan lokal dan karakter masyarakat Sulsel yang natural, tetapi tetap tidak tertinggal oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Jangan malu dengan pelajaran agama, karena di sanalah letak kemudahan dan keberkahan,” tegasnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas guru agama sekaligus memperkuat pondasi karakter generasi muda di Sulawesi Selatan melalui pendidikan berlandaskan nilai keislaman yang moderat dan berakhlak mulia.*
- Penulis: zonakatacom
