Setelah Habisi Nyawa Tetangganya, Kakek Inipun Tewas Diamuk Massa
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 25 Jul 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – JENEPONTO Suasana mencekam terjadi di Kampung Batu Le’leng Barat, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Rabu (24/7).
Dimana pada Rabu pagi ratusan warga mengepung rumah Bisa Dg Kulle (68 thn) yang baru saja membunuh Mappa Dg Ngence (65 thn).
Daeng Kulle dengan Daeng Ngence hidup bertetangga. Rumah mereka berhadapan, dimana Daeng Kulle tinggal dirumah panggung, sementara Daeng Ngence tinggal di rumah batu.
Kejadian bermula saat menjelang shalat subuh dimana Daeng Ngence sedang memperbaiki jaring rumput laut di teras rumahnya. Tiba tiba Daeng Kulle datang dengan parang terhunus lalu menyerang Daeng Ngence.
Daeng Ngence yang diserang tiba tiba, kaget dan berusaha menangkis serangan parang itu yang membuat jari tangan kirinya terputus. Daeng Kulle yang semakin kesetanan kembali menyerang secara membabi buta membuat Daeng Ngence terjatuh.

Daeng Kulle pun mengayunkan parang ke dada Daeng Ngence membuat nyawa Daeng Ngence melayang. Melihat kejadian itu cucu Daeng Ngence berteriak histeris. Daeng Kulle langsung kembali kerumahnya dan mengunci rapat pintunya.
Sementara anak dan cucu Daeng Ngence terus berteriak minta tolong. Membuat tetangga dan kerabat berdatangan ke rumah Daeng Ngence. Setelah mengetahui apa yang telah terjadi warga kemudian mendatangi rumah Daeng Kulle yang hanya berjarak 20 meter dari rumah Daeng Ngence.
Warga kemudian berteriak teriak agar Daeng Kulle turun dari rumahnya. Sebagian warga ada naik ke teras rumah, ada pula yang menusuk nusuk dinding rumah Daeng Kulle dengan menggunakan kayu panjang hingga dinding itu roboh
Merasa terdesak Daeng Kulle pun turun dari rumahnya melalui pintu depan melewati tangga sambil menggenggam parang panjang. Warga terus mengepung Daeng Kulle. Namun Daeng Kulle berusaha menjauh dari kepungan warga dengan cara mengibas ngibaskan parangnya.
Daeng Kulle yang merasa terdesak dan terkepung berusaha berlari ke arah laut tapi ratusan warga terus mengejar. Meski petugas telah memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan oleh warga dan terus mengejar Daeng Kulle.
Daeng Kulle pun dihantam balok balok dari belakang, lalu disabet parang yang membuat lehernya hampir putus. Daeng Kulle yang sudah terlentang di atas rumput laut masih terus menyerang tubuh Daeng Kulle pakai parang dan kayu.
Puluhan personil dari Polres Jeneponto yang tiba di lokasi kejadian mengevakuasi Daeng Kulle ke rumah sakit yang akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan. Daeng Kulle hanya hidup 2,5 jam setelah membunuh tetangganya. Diapun tewas diamuk keluarga dan tetangga Daeng Ngence.
Dikutip dari Tribun Jeneponto, Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan, motif pembunuhan dua kakek itu diduga berlatar belakang asmara.
Pelaku diduga membunuh tetangganya karena cemburu.
“Motifnya karena cemburu, diduga Mappa Daeng Ngence ada hubungan dengan istri pelaku,” terang Syahrul.
Kejadian tersebut bahkan diabadikan warga dalam beberapa versi video. Ada yang merekam kejadian itu dari arah rumah Daeng Ngence, ada pula yang mengabadikan dari teras rumah Daeng Kulle.
Video dari teras rumah Daeng Kulle terlihat puluhan orang berada di jalan raya, sambil memegang batu, balok-balok, parang, bahkan batangan bambu dan kayu panjang. **
- Penulis: zonakatacom
