Akses Jalan Menuju Seko Mulai Digarap, 2020 Ditargetkan Rampung
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 1 Jun 2019
- print Cetak

Nampak Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah bersama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani meninjau akses jalan menuju Seko, beberapa waktu lalu (int)
ZONAKATA.COM – LUWU UTARA Seko adalah suatu dataran tinggi yang terletak ± 1200–1800 meter di atas permukaan laut terletak di segitiga perbatasan antara provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
Secara geografis Seko dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Seko Padang di bagian paling timur, Seko Tengah, dan Seko Lemo. Daerah Seko berada di dataran tinggi pegunungan Tokalekaju yang diapit oleh pegunungan Quarles dan Verbeek.
Secara keseluruhan daerah ini memiliki luas wilayah 2.109,19 Km2, merupakan kecamatan terluas dan terjauh dari ibukota Kabupaten Luwu Utara.
Kecamatan ini sudah berpenduduk sekitar 14.000 jiwa yang terdiri dari 12 desa yang semuanya sudah beratatus definitif. Kecamatan Seko yang berada diatas ketinggian, dengan topografi sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit.

Sarana transportasi untuk mencapai Seko dari kecamatan terdekat, Masamba, dapat dilakukan melalui jalur udara dengan pesawat perintis, atau jalur darat menggunakan ojek atau mobil double gardan.
Jalur darat yang dilalui ojek masih berupa jalan tanah yang memiliki banyak rintangan seperti lebar jalan yang sempit dan kondisi tanah basah sehingga cenderung sulit dilalui kendaraan biasa.
Perjalanan menggunakan ojek dapat menghabiskan waktu 2-3 hari. Kesulitan untuk menuju Seko menyebabkan ongkos transportasi menggunakan ojek mencapai Rp.700 ribu per orang.
Secara turun-temurun Seko terdiri atas terdapat 9 wilayah adat, yaitu, Hono’, Lodang, Turong, Singkalong, Ambalong, Hoyane, Pohoneang, Kariango, dan Beroppa’.

Wilayah-wilayah adat di Seko ini dikenal sebagai wilayah yang kaya raya akan sumber daya alam baik hasil hutan, mineral, ternak dan hasil-hasil pertanian dan perkebunan lainnya
Dan salah satu kendala terbesar Seko adalah sarana transportasi darat, untuk itu Pemerintahan Prof Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman telah memprioritaskan pembangunan jalan poros Sabbang – Seko.
Poros tersebut ditargetkan dapat rampung pada tahun 2020 mendatang. Menurut Nurdin Abdullah, pemerintah akan terus berusaha jalan menuju Seko dapat menjadi segitiga emas yang menghubungkan antara Mamuju (Sulawesi Barat) dan Sigi (Sulawesi Tengah). **
diolah dari berbagai sumber
- Penulis: Gibran
