Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukum & Kriminal » Korupsi Dana Desa Rawan Jika Tidak Diawasi Penggunaanya

Korupsi Dana Desa Rawan Jika Tidak Diawasi Penggunaanya

  • account_circle Gibran
  • calendar_month Minggu, 26 Mei 2019
  • print Cetak

ZONAKATACOM – TANA TORAJA Tidak terbantahkan, sebuah penyalahgunaan wewenang bakal selalu kemungkinan terjadi karena ada kesempatan yang terbuka. Misalnya dana desa.

Berbagai modus korupsi dana desa ini sesungguhnya bisa diantisipasi jika warga desa dan berbagai perangkat yang memiliki wewenang melakukan pengawasan aktif.

Seperti memonitor setiap langkah yang dilakukan dengan pembelanjaan dana desa.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Julianto P. Sirait, sebelumnya telah menyebutkan ada 25 Kepala Desa (Lembang) yang telah diperiksa dan sejumlah diantaranya potensi menjadi tersangka.

Hal ini terjadi karena sejumlah faktor, salah satunya adalah kurangnya pengawasan dari warga.

Korupsi Dana Desa Rawan Jika Tidak Diawasi Penggunaanya
Kapolres Tana Toraja AKBP. Julianto P. Sirait, SH, S.Ik

Kapolres menenggarai, modus korupsi dana Lembang sebenarnya memiliki pola yang sama seperti pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai alias fiktif dan mark up anggaran.

Selain itu penyelewengan dana Lembang untuk kepentingan pribadi adalah beberapa pola yang banyak dilakukan, ditambah lagi lemahnya pengawasan adalah salah satu penyebab terjadinya korupsi dana Lembang.

Beberapa waktu lalu Indonesian Corruption Watch (ICW) telah melakukan penelitian mengenai modus korupsi dana desa, seperti dilansir di laman theeast.co.id

Peneliti ICW Egi Primayoga memaparkan hasil penelitiannya, ada sejumlah modus korupsi dana desa yang disimpukan ICW berdasar penelitiannya. Modus itu antara lain:

  1. Membuat rancangan anggaran biaya di atas harga pasar. Ini bisa diantisipasi jika pengadaan dilakukan secara terbuka dan menggunakan potensi lokal desa. Misalnya, pengadaan bahan bangunan di toko bangunan yang ada di desa sehingga bisa melakukan cek bersama mengenai kepastian biaya atau harga-harga barang yang dibutuhkan.
  2. Mempertanggungjawabkan pembiayaan bangunan fisik dengan dana desa padahal proyek tersebut bersumber dari sumber lain. Modus ini hanya bisa terlihat jika pengawas memahami alokasi pendanaan oleh desa. Modus seperti ini banyak dilakukan karea relatif tersembunyi. Karena itulah APBDes harus terbuka agar seluruh warga bisa melakukan pengawasan atasnya.
  3. Meminjam sementara dana desa untuk kepentingan pribadi namun tidak dikembalikan. Ini juga sangat banyak terjadi, dari mulai kepentingan pribadi hingga untuk kepentingan lainnya.
  4. Membuat perjalanan dinas fiktif kepala desa dan jajarannya. Banyak kasus perjalanan untuk pelatihan dan sebagainya ternyata lebih ditujukan utuk pelesiran saja.
  5. Pengelembungan (mark up) pembayaran honorarium perangkat desa.
  6. Pengelembungan (mark up) pembayaran alat tulis kantor. Ini bisa dilihat secara fisik tetapi harus pula paham apa saja alokasi yang telah disusun.
  7. Memungut pajak atau retribusi desa namun hasil pungutan tidak disetorkan ke kas desa atau kantor pajak. Pengawas harus memahami alur dana menyangkut pendapatan dari sektor pajak ini.
  8. Pembelian inventaris kantor dengan dana desa namun peruntukkan secara pribadi. Lagi-lagi budaya ewuh prakewuh (sungkan) menjadi salah satu penghambat kasus seperti ini sehingga seringkali terjadi pembiaran
  9. Pemangkasan anggaran publik kemudian dialokasikan untuk kepentingan perangkat desa. Publik harus tahu alokasi pendanaan dana desa agar kasus ini tidak perlu terjadi
  10. Melakukan permainan (kongkalingkong) dalam proyek yang didanai dana desa. Bisa ditelusuri sejak dilakukannya Musyawarah Desa dan aturan mengenai larangan menggunakan jasa kontraktor dari luar.
  11. Membuat kegiatan atau proyek fiktif yang dananya dibebankan dari dana desa. **
  • Penulis: Gibran

Berita Lain

  • Demo DPRD, Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara Tuntut Pilkalem Menggunakan E-Voting di Kaji Ulang

    Demo DPRD, Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara Tuntut Pilkalem Menggunakan E-Voting di Kaji Ulang

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle Gibran
    • visibility 262
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Sekitar seratusan massa Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara menggelar unjuk rasa di DPRD Toraja Utara, Senin (16/12). Unjuk rasa ini terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Lembang yang digelar baru baru ini di Toraja. Kordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara, Brian dan Yulius Palenggang menyerukan sejumlah tuntutan. Diantaranya mereka menolak pemilihan […]

  • KPU Tetapkan Zadrak-Erianto Menang Pilkada Tana Toraja 2024

    KPU Tetapkan Zadrak-Erianto Menang Pilkada Tana Toraja 2024

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 191
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pasangan nomor urut 1, Zadrak-Erianto (ZATRIA) resmi memenangkan Pilkada Tana Toraja 2024. Ini setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Toraja menetapkan hasil suara Pilkada melalui rapat pleno terbuka di Hotel Pantan Makale, Sabtu (7/12/2024). Hasilnya, Zadrak-Erianto memperoleh 83.076 suara. Sementara kompetitornya nomor urut 2, Victor-John meraih 50.636 suara. KPU Tana Toraja […]

  • Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Diagendakan Hadiri THF 2021 Toraja Utara

    Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Diagendakan Hadiri THF 2021 Toraja Utara

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 201
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan bakal menghadiri pembukaan Toraja Highland Festival di Toraja Utara. Hal ini disampaikan Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Toraja Utara, Damayanti Batti. Terkait kedatangan Luhut, Damayanti mengaku telah berkoordinasi dengan protokoler Kemenko Marves. “Rencananya akan hadir di Toraja Utara […]

  • Pemkab Pinrang Terus Berupaya Perbaiki Mutu Pendidikan

    Pemkab Pinrang Terus Berupaya Perbaiki Mutu Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jun 2023
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 188
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – PINRANG Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Matjtja berkesempatan menghadiri penamatan siswa dan peresmian perumahan Guru UPT SD Negeri 152 Mandeangin. Pada kesempatan tersebut Matjtja menekankan terkait anggaran besar yang telah disalurkan untuk pembangunan pendidikan di Pinrang. Mewakili Bupati Pinrang, Andi Matjtja Moenta mengapresiasi pemerintah desa (pemdes) […]

  • Kasi Bimas Kristen Belum Terisi, Wakil Ketua DPRD Soroti Kemenag Tana Toraja

    Kasi Bimas Kristen Belum Terisi, Wakil Ketua DPRD Soroti Kemenag Tana Toraja

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
    • account_circle Gibran
    • visibility 270
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Yohanis Lintin Paembongan menyoroti kinerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja yang sejauh ini belum mengisi jabatan Kepala Seksi Bimas Kristen. Ia menyesalkan karena sejak pejabat lama pensiun Oktober lalu, Kepala Seksi Bimas Kristen diisi oleh pelaksana tugas sehingga kinerja di Bimas Kristen diyakini tidak […]

  • ASN yang Pamer Spanduk Petahana Kini Ditetapkan Tersangka

    ASN yang Pamer Spanduk Petahana Kini Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2020
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 188
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada Tana Toraja 2020 ditindak tegas. Salah satunya ASN yang bekerja sebagai Staf di Kelurahan Tongko Sarapung, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja inisial JT. JT kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tana Toraja. Saat dikonfirmasi Rabu (2/12) malam, Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu membenarkan. […]

expand_less