Turun Langsung ke Sawah, Yuniana Mulyana Cek Bantuan Benih Padi di Tana Toraja
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yuniana Mulyana, S.H, melaksanakan kegiatan pengawasan APBD Tahun 2026 yang berlangsung pada 22–24 April 2026 di Kabupaten Tana Toraja.
Dalam kegiatan tersebut, Yuniana turun langsung ke lapangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas POPT untuk memastikan program bantuan pertanian berjalan baik sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani.
Salah satu yang menjadi fokus pengawasan adalah program bantuan Mandiri Benih Padi Tahun 2025, yang merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung ketahanan pangan.
Di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, bantuan benih padi telah tersalurkan dengan baik kepada kelompok tani. Total bantuan yang diterima mencapai 875 kilogram untuk luas sawah sekitar 35 hektare, dengan varietas Mekongga. Bantuan tersebut diterima oleh Kelompok Tani Sipaloloan, Durian, dan Tanete.
Sementara itu, di Kelurahan Leatung, bantuan benih padi juga telah dimanfaatkan oleh petani. Sebanyak 675 kilogram benih disalurkan untuk lahan seluas 27 hektare, yang diterima oleh Kelompok Tani Tombang Deata dan Lombok Tuyu.
Secara keseluruhan, program Mandiri Benih dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 untuk Kabupaten Tana Toraja mencakup luas lahan 1.515 hektare yang tersebar di 130 kelompok tani, dengan varietas Mekongga seluas 1.330 hektare dan Inpari 42 seluas 185 hektare.
Dalam temu konstituen di dua titik tersebut, petani menyampaikan berbagai aspirasi. Mereka berharap program bantuan benih tetap dilanjutkan karena sangat membantu meningkatkan produksi pertanian. Namun, petani juga mengeluhkan adanya serangan hama dan penyakit blast yang mempengaruhi sebagian tanaman padi setelah masa tanam.
Selain itu, petani mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti kultivator, hand traktor, dan power thresher untuk menunjang produktivitas. Kelompok Wanita Tani juga berharap adanya bantuan benih sayuran seperti kangkung, sawi, terong, cabai, pare, kacang panjang, dan bayam untuk mendukung program OPLP.
Masalah irigasi juga menjadi perhatian, di mana petani di Lembang Saluallo berharap adanya bantuan pipanisasi irigasi, sementara di Kelurahan Leatung masyarakat mengusulkan sumur bor, mengingat sebagian besar sawah masih bergantung pada tadah hujan.
Tak hanya itu, masyarakat juga berharap adanya bantuan di sektor peternakan seperti ayam kampung dan babi untuk menambah sumber penghasilan.
Menanggapi keluhan petani terkait penyakit blast, Yuniana Mulyana turut memberikan bantuan fungisida hayati (organik) yang disalurkan melalui petugas POPT sebagai langkah penanganan di lapangan.
Yuniana menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, sekaligus menjadi bahan perjuangan di tingkat provinsi.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar membantu petani. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami kawal agar bisa masuk dalam program dan anggaran ke depan,” ujarnya.






- Penulis: zonakatacom
