Beras Fortifikasi Mulai Geser ke Luar Jawa, Pengusaha Penggilingan Padi Dibekali Alat-Regulasi
- account_circle Kifli
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- print Cetak

Beras Fortifikasi Mulai Geser ke Luar Jawa, Pengusaha Penggilingan Padi Dibekali Alat-Regulasi
Parepare – Pasar beras fortifikasi yang kaya akan vitamin dan mineral kini mulai merambah ke luar Pulau Jawa. Pelaku bisnis penggilingan padi di daerah pun mulai bersiap menangkap peluang industri pangan sehat ini.
Untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut, Perpadi menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengusaha penggilingan padi di Hotel Kenari, Parepare, Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan ini, Perpadi menggandeng Millers for Nutrition dan lembaga TechnoServe.
“Sudah ada, terutama di Pulau Jawa sudah mulai ada. Nah sekarang untuk mempercepat itu, kami kerja sama dengan TechnoServe melakukan bimbingan teknis kepada para pelaku bisnis penggilingan padi,” kata Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso.
Sutarto menjelaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan respons terhadap kebutuhan pasar dan program kesehatan nasional dalam menekan angka stunting serta anemia. Menurutnya, mengintegrasikan vitamin ke dalam beras—sebagai makanan pokok masyarakat—adalah langkah bisnis sekaligus sosial yang paling efisien.
“Asupan yang terbesar itu kalau bangsa Indonesia itu adalah nasi, dari beras. Sehingga beras fortifikasi ini adalah satu jalan keluar yang sangat baik. Kalau disiapkan untuk masyarakat secara luas, artinya bisa mengurangi persoalan-persoalan yang dihadapi tadi,” jelasnya.
Dalam bimtek ini, para pengusaha lokal dibekali kesiapan dari hulu ke hilir. Tidak hanya soal cara memproduksi, tetapi juga pemahaman regulasi pemerintah hingga kesiapan investasi mesin produksi yang dipandu langsung oleh asosiasi ahli.
“Nanti yang menyampaikan dari TechnoServe, kemudian dari Badan Pangan dari aspek peraturannya, kemudian dari AGGI mengenai peralatan, kemudian dari PERPADI sendiri yang juga orang food station, praktisi yang sudah melakukan kegiatannya,” tutur Sutarto.
Lewat sinergi multipihak ini, diharapkan modernisasi alat penggilingan padi di daerah, khususnya di Sulawesi, bisa berjalan cepat demi memenuhi standar regulasi pangan sehat di tanah air.
- Penulis: Kifli
