fbpx
28 C
Makassar
Senin, 26 Juli 2021

Tata Cara Shalat Idul Adha di Rumah

Populer

- ADS -

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Adanya Surat Edaran Kementerian Agama Nomor SE 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M, menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk menghimbau masyarakatnya melaksanakan shalat Idul Adha dirumahnya masing-masing.

Selain itu Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2021 terkait pembatasan aktivitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021.

Dimana dalam kegiatan peribadatan keagamaan berjemaah di daerah yang menerapkan PPKM Darurat, PPKM Mikro Diperketat, dan kabupaten/kota non-PPKM Darurat tapi berstatus Zona Merah dan Oranye, ditiadakan dan dikerjakan di kediaman atau rumah masing-masing.

Berikut panduan Shalat Idul Adha di rumah yang dijelaskan oleh Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin Abdul Fatah seperti yang dikutip dari Kompas.com. Ia menjelaskan bahwa tata cara Shalat Idul Adha di rumah sama seperti saat keadaan normal.

“Urutan dan tata caranya seperti dalam keadaan normal dan sebaiknya dilaksanakan secara berjamaah bersama anggota keluarga,” jelas Hasanuddin.

Jika tidak memungkinkan untuk berjamaah, kata Hasanuddin tetap sunnah dilakukan sendirian.

“Hanya, menurut para ulama, ketika Shalat ‘Id dilaksanakan di rumah, tidak disunnatkan khuthbah,” imbuh Hasanuddin.

Sementara itu sunnah-sunnah lainnya seperti mengumandangkan takbir, mandi sunnah ‘Id, memakai parfum, tetap sunnah dilakukan.

Tata cara shalat Idul Adha atau urutan Shalat Idul Adha sebagai berikut:

  1. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalaata jaami‘ah”, tanpa azan dan iqamah. 2. Memulai dengan niat shalat Idul Adha, yang jika diartikan berbunyi “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.” 3. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Membaca doa iftitah.
  3. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”
  4. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Qur’an.
  5. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
  6. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”
  7. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Qur’an.
  8. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Tana Toraja Lakukan Peningkatan SDM

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tana Toraja melaksanakan kegiatan Pembinaan SDM Kehumasan, yang bertempat...

Berita Lain

- Advertisement -