Rusak Akibat Pembabatan Liar, Langkan Maega Turun Tanam Bibit di Sa’dan
- account_circle Gibran
- calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Komunitas atau organisasi sosial bernama Langkan Maega melakukan penghijauan di lokasi Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara.
Dengan beranggotakan 24 orang pemuda dan pemudi, Komunitas Langkan Maega menaiki pegunungan untuk menanam ratusan bibit pohon hasil bantuan.
Penghijauan hutan ini dilakukan, karena banyaknya pembabatan liar yang selama ini tidak diawasi pemerintah setempat.
“Kami prihatin terhadap kawasan hutan lindung di Toraja Utara, sudah banyak terjadi pembabatan liar untuk membuka lahan pertanian,” ucap Dimas, Selasa (8/3).
Menurut Dimas salah satu pengurus Langkan Maega bahwa komunitas yang bergerak dibidang lingkungan ini memiliki tiga program kerja atau Tallu Batu Lalikan dalam hal penghijauan.

Meski begitu Komunitas Langkan Maega dalam melakukan aksi sosialnya terkadang tidak mendapat dukungan atau terkesan dicuekin oleh pemerintah Toraja Utara.
“Sejak kami meminta bantuan truk pembersihan sampah di perbatasan Palopo-Toraja Utara tidak direspon, saat ini pula tidak ada bantuan dari pemerintah soal bibit, kami hanya dibantu sumbangan bibit dari penerima Kapaltaru yaitu Bapak Pdt. Rasely,” terangnya.
Sebagai informasi, Pdt. Rasely Sinampe, M.Th dikenal peduli melestarikan lingkungan, saat melayani di gereja, Ia selalu membawa bibit pohon dan sayuran untuk dibagikan ke jemaat.
Tidak hanya membagikan saja, Pdt. Rasely juga memberikan penyuluhan dan pencerahan kepada jemaat tentang pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan.
Atas kepeduliannya itu, Rasely diganjar penghargaan dan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sulawesi Selatan atas kepeduliannya dan keaktifan melestarikan lingkungan.
Pada tahun 2020, Ia mendapatkan penghargaan sebagai peserta Program Kalpataru tahun dan tokoh yang mendukung dan berperan aktif dalam pelestarian alam.
Pada Januari 2021 kembali mendapatkan penghargaan Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, karena dianggap telah memberikan keteladanan dan inspirasi bagi masyarakat, kontribusinya terhadap perbaikan lingkungan hidup serta berperan aktif dalam pelestarian alam.
Menurut Dimas, Pdt. Rasely Sinampe tidak hanya memberikan bibit tapi juga memberi semangat kepada komunitas-komunitas peduli lingkungan untuk melestarikan bersama penghijauan agar menjaga daerah dari bencana.
“Efek dari pembabatan liar banyak longsor di wilayah Sa’dan, karena kurangnya daerah resapan air,” ungkap Dimas.
Walau banyak tantangan dilalui Langkan Maega selama diperjalanan menaiki pegunungan, melewati jalan setapak, berbatu dan tanah longsor menuju kawasan hutan tidak mengurangi semangatnya.
“Harapan kami kepada Bupati dan Wakil Bupati, pemerintah daerah secara keseluruhan agar kami dapat di support, sehingga program penghijauan terlaksana dan mengurangi bencana alam di kawasan hutan lindung Sa’dan, hutan juga tetap lestari, dan kita dapat menikmati keindahannya bersama,” tutupnya.
Ris/ZK
- Penulis: Gibran
