Pemprov Sulsel Komitmen Turunkan Stunting, Prioritas Dalam RPJMD 2025
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemprov Sulsel menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan stunting dengan menetapkan isu ini sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2025.
Komitmen ini ditegaskan dalam dialog interaktif bertema “Gizi dan Pencegahan Stunting” yang digelar di Hotel Grand Town, Makassar, Kamis (17/4/2025).
Dialog ini menghadirkan berbagai narasumber kunci, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, hingga perwakilan organisasi internasional seperti UNICEF.
Kepala Bappelitbangda Sulsel, Setiawan As’ad, menyampaikan bahwa Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi telah menempatkan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas.
Upaya ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat sipil.
“Sesuai arahan Gubernur, pencegahan dan penurunan angka stunting akan menjadi fokus utama dalam lima tahun ke depan. Kami perkuat kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat untuk memperluas intervensi gizi dan kesehatan,” ujar Setiawan.
Setiawan juga mengungkapkan bahwa Bappelitbangda akan terus melakukan monitoring dan evaluasi kinerja 24 kabupaten/kota dalam pelaksanaan program stunting melalui platform e-monev dan situs resmi Pemprov.
Evaluasi ini mencakup penyerapan anggaran dan efektivitas intervensi program, termasuk di tingkat desa.
“Bappelitbangda sebagai koordinator Aksi Konvergensi akan menilai langsung sejauh mana keberhasilan program dan dampaknya bagi masyarakat,” tambahnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Sulsel berhasil ditekan dari 27,4 persen menjadi 23,3 persen. Penurunan ini tak lepas dari berbagai inovasi dan kerja keras Dinas Kesehatan Sulsel sejak 2020.
Inovasi tersebut meliputi program pendampingan gizi desa, intervensi gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal untuk balita dan ibu hamil, multivitamin, serta tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishak M. Iskandar, menggarisbawahi pentingnya perubahan perilaku dan pola hidup sehat dalam mencegah stunting.
Ia mencontohkan bahwa stunting tidak hanya terjadi pada keluarga berpenghasilan rendah, tapi juga menimpa keluarga ekonomi menengah karena kurangnya pemahaman gizi.
“Di lapangan, kami menemukan kasus stunting di keluarga ekonomi menengah. Masalahnya bukan pada kemiskinan, tapi pada ketidaktahuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dan gaya hidup yang tidak sehat,” jelas Ishak.
Ia menambahkan bahwa edukasi dan literasi kesehatan harus terus digalakkan, termasuk melalui media massa, agar pesan pencegahan stunting sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
“Dialog interaktif ini menjadi media penting untuk menyampaikan informasi kepada publik soal pentingnya gizi, kebersihan, dan pola hidup sehat demi mencegah stunting,” tutupnya.
Melalui upaya ini, Pemprov Sulsel berharap dapat mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan unggul. Komitmen ini juga sejalan dengan arahan nasional untuk mencapai target penurunan stunting secara signifikan pada tahun 2029.*
- Penulis: zonakatacom
