Profil Rukka Sombolinggi, Perempuan Toraja-Jadi Panelis Debat Cawapres 2024
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Debat keempat akan digelar untuk Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Minggu 11 Januari 2024 pukul 19.00 WIB. Kali ini terdiri dari enam sub tema. Antara lain pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam (SDA), lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, serta masyarakat adat dan desa.
KPU RI juga telah menunjuk 11 orang panelis untuk debat ini. Salah satunya adalah Rukka Sombolinggi. Lantas seperti apa sosoknya? Berikut ini informasinya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Rukka Sombolinggi merupakan perempuan asal Toraja, Sulawesi Selatan. Ia lahir di Toraja pada 15 Oktober 1973.
Terpilihnya Rukka jadi panelis untuk debat cawapres mendatang bukan tanpa alasan. Ia diketahui kembali terpilih menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada tahun 2022 lalu untuk periode 2022-2027. Sebelumnya, Rukka sudah pernah menduduki posisi yang sama periode 2017-2022.
AMAN adalah organisasi kemasyarakatan (ORMAS) independen yang anggotanya terdiri dari komunitas‐komunitas Masyarakat Adat dari berbagai pelosok Nusantara.
Riwayat Pendidikan
Rukka berlatang belakang pendidikan formal dengan bersekolah di SD Inpres Nanggala, Toraja Utara dan lulus pada tahun 1979.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Kristen Madandan dan lulus tahun 1988. Selanjutnya ia mengeyam pendidikan di SMA Kristen Rantepao dan lulus pada tahun 1991.
Lulus SMA, Rukka melanjutkan pendidikannya di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, jurusan Pertanian.
Sedangkan untuk S2, ia menempuh pendidikan di negara Thailand mengambil jurusan Ilmu Politik di Universitas Chulalongkorn.
Melihat dari sepak terjangnya, sosok Rukka memang sebagian besar mendedikasikan separuh hidupnya untuk membela hak-hak masyarakat adat.
Selama bertugas di AMAN, ia telah banyak melawan banyak kebijakan pemerintah yang tidak setuju dengan keberadaan dan hak masyarakat adat.
Sehingga berkat kerja kerasnya itu pada tahun 2018 ia mendapat penghargaan organisasi kemasyarakatan terbaik dari Menteri Dalam Negeri, Tajahjo Kumolo.
Dan kabarnya, Rukka mulai bergabung di AMAN sudah sejak tahun 1999. Sebelum itu, ia aktif dalam Jaringan Pembelaan Hak-hak Masyarakat Adat (JAPHAMA).
- Penulis: zonakatacom
