Kepala BKPSDM Toraja Utara dan Tim Seleksi Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kecurangan Seleksi PPPK
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Kasus dugaan penggunaan “Surat Keterangan Siluman” dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 di Kabupaten Toraja Utara terus bergulir.
Kali ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Toraja Utara, Cornelia Untung Seru, bersama jajaran Kepala Bidang, anggota Panitia Seleksi (Pansel), hingga operator pengadaan PPPK diperiksa penyidik Polres Toraja Utara.
Pemeriksaan berlangsung pada Kamis 7 Agustus 2025, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pemalsuan surat keterangan yang digunakan oleh sejumlah peserta seleksi.
“Benar, kami memeriksa Kepala BKPSDM dan jajarannya. Pemeriksaan dimulai pagi hingga sore,” kata Kanit Tipikor Polres Toraja Utara, Aipda Yosef T, Sabtu (9/8/2025).
Yosef menambahkan, pihaknya juga akan memanggil beberapa kepala OPD, camat, kepala puskesmas, dan kepala sekolah yang diduga membuat surat keterangan palsu tersebut.
“Kami serius menangani kasus ini. Setelah penyelidikan, akan kami tingkatkan ke tahap berikutnya,” tegasnya.
Sebelumnya, puluhan Tenaga Kontrak Daerah (TKD) yang terdaftar dalam database resmi melaporkan panitia seleksi PPPK ke kepolisian dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.
Mereka menilai ada peserta yang diloloskan meski menggunakan surat keterangan palsu, berasal dari luar database, bahkan memiliki nilai ujian rendah.
“Kami sudah mengabdi sejak 2015, ada yang lebih lama lagi. Tapi hak kami diambil oleh pemilik surat palsu yang bahkan tidak pernah jadi honorer,” ujar salah satu TKD yang enggan disebutkan namanya sambil meneteskan air mata.
Ia menduga ada permainan dalam tahap verifikasi berkas, di mana akses sistem untuk TKD resmi terkunci sehingga tidak bisa mengunggah dokumen, sementara peserta dengan surat palsu mendapat akses penuh.
“Semoga keadilan ini masih ada di daerah kita ini, banyak yang diam karena takut tidak diberi SK PPPK,” kesalnya.
Selama pemeriksaan di Mapolres, puluhan TKD yang merasa dirugikan mengawal jalannya proses. Situasi sempat memanas akibat adu mulut antara peserta aksi dan pihak yang diperiksa.
Risna
- Penulis: zonakatacom
