fbpx

Dinkes Enrekang Bentuk Program Penanggulangan Krisis Kesehatan Tingkat Kecamatan

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – Enrekang, Sejalan dengan Perkembangan zaman, teknologi, serta perubahan iklim dan lingkungan, maka tantangan terhadap ancaman kesehatan juga semakin kompleks dan beragam.

Berkaca pada pandemi Covid-19 diman kita dituntut untuk siap atas segala ancaman, yaitu hidup beradaptasi dengan segala kondisi.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Enrekang menggagas terobosan besar terhadap upaya pencegahan, perlindungan kesehatan masyarakat dalam aspek penguatan pelayanan kesehatan.

Terobosan yang digagas Sutrisno Kepala Dinas Kesehatan Enrekang yang hadir dengan istilah “Penangkista” atau Penanggulangan Krisis Kesehatan Tingkat Kecamatan.

Penangkista hadir dengan tujuan mempekuat kapasitas pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan. Penguatan kapasitas pelayanan di seluruh UPT Faskes di Enrekang serta bagaimana memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak permasalahan kesehatan serta krisis kesehatan.

Program Penangkista sendiri  dilaksanakan pada 6 Lokus atau lokasi khusus kecamatan yaitu Maiwa, Anggeraja, Alla, Masalle, Baraka, dan kecamatan Bungin. Dengan jangkauan pelayanan yang tersebar di wilayah UPT Puskesmas Maiwa, Anggeraja, Sudu, Masalle, Baraka dan UPT Puskesmas Bungin.

Enam Lokus ini mejadi “Pilot” sebagai contoh dan rencananya tahun ini akan diterapkan di 12 kecamatan di Enrekang.

Kepala Dinas Kesehatan dalam keterangannya mengutarakan bahwa Penangkista merupakan Inovasi digagas untuk memberikan percepatan, akselerasi layanan kesehatan, sehingga memberi rasa aman pada masyarakat, terutama perlindungan dari ancaman, risiko dan dampak permasalahan kesehatan, baik wabah, bencana alam, bencana non alam ataupun krisis kesehatan.

“Dengan adanya Penangkista kita berharap akan terwujud derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya.” Ujarnya.

Inovasi Penangkista ini adalah bagaimana menemukan gerakan kolaborasi keilmuan di tataran Kecamatan dan Desa, karena tim Penangkista yang terbentuk di UPT Puskesmas terdiri dari unsur manajemen kepala Puskesmas, Staf Teknis, Petugas Gizi, Perawat, Bidan, Dokter, Epidemiolog, Promkes, sehingga akan terbangun Kolaborasi Interprofesional.

Kolaborasi antar profesi dalam bidang kesehatan, di masing-masing Puskesmas ini diharapkan menjadi garda terdepan menangkis permasalah kesehatan dan krisis kesehatan berbasis di Enrekang, lebih khusus kepada komunitas masyarakat.

Salah satu Stake Holders yaitu Camat Masalle, Rusman Jalani menerangkan bahwa “Penangkista ini merupakan inovasi membantu percepatan layanan Kesehatan, jadi tidak perlu sakit itu meluas, atau cepat diatasi,  langsung ditangani, iapun berpendapat, program seperti ini kita harus dukung dan disupport.”

Inovasi dan terobosan Penagkista ini didukung oleh Pemerintah Daerah dengan lahirnya peraturan Bupati Nomor 79 tahun 2022, tentang perubahan Perbup No 19 Tahun 2017 tentang penanggulangan krisis kesehatan.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Longsor di Pangra’ta Makale Selatan, 3 Meninggal, 1 Belum Ditemukan

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA  Bencana tanah longsor juga terjadi di Dusun Pangra’ta, Lembang (Desa) Randanbatu, Kecamatan Makale Selatan, Tana...

Berita Lain