Dari Sangalla untuk Indonesia: Smart Soul Club Fasilitasi OMK Paroki KIAA Jadi Pionir Komitmen Anti-Bullying
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Di tengah maraknya isu perundungan (bullying) yang kerap hanya ditangani secara formalitas, sebuah gerakan akar rumput lahir dari pelosok Tana Toraja. Komunitas swadaya masyarakat Smart Soul Club (SSC) secara resmi memfasilitasi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi (KIAA) Sangalla menjadi pelopor ikrar dan penandatanganan Komitmen Stop Bullying yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas pemuda.
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat itu diawali dengan sesi fasilitasi yang dipimpin langsung Founder SSC, Desyanti Tandirerung, S.Kep., Ns. Sebagai praktisi kesehatan, ia menegaskan bahwa perundungan bukan sekadar persoalan kedisiplinan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan mental dan integritas jiwa generasi muda.
โBullying meninggalkan luka yang tak selalu terlihat. Dampaknya bisa panjang dan memengaruhi masa depan anak-anak muda kita,โ ujarnya.
Untuk membangun suasana yang cair dan penuh empati, tim relawan SSC menghadirkan berbagai permainan edukatif yang mendorong partisipasi aktif peserta. Pendekatan ini membantu para anggota OMK memahami dampak perundungan secara lebih mendalam, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi.
Materi kemudian diperdalam melalui sesi โBullying dalam Pandangan Iman Katolik.โ Dalam sesi ini ditegaskan bahwa tindakan merendahkan, mengucilkan, atau melukai sesama merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai citra Allah.
Suasana semakin emosional ketika para peserta memasuki sesi berbagi pengalaman. Sejumlah anggota OMK secara terbuka menyampaikan keresahan dan pengalaman pribadi mereka terkait perundungan. Momentum tersebut menjadi titik refleksi bersama sebelum seluruh peserta membacakan Ikrar Bersama Stop Bullying.
Gerakan ini tidak berhenti pada seremoni simbolis. Komitmen tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Piagam Komitmen Stop Bullying sebagai bentuk keseriusan bersama.
Penandatanganan dilakukan oleh Pastor Moderator OMK Paroki KIAA Sangalla P. Andreas Melky, Pr, Ketua OMK Paroki KIAA Sangalla Semuel Suprianto, serta Founder Smart Soul Club Desyanti Tandirerung, S.Kep., Ns.
โIni adalah langkah nyata dari Sangalla untuk Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa komunitas swadaya masyarakat dan orang muda gereja dapat menjadi penggerak utama dalam memutus rantai bullying, tanpa harus menunggu program formal dari pemerintah,โ tegas Desyanti.
Inisiatif OMK Paroki KIAA Sangalla diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas pemuda lainnya di berbagai daerah untuk menyatakan komitmen serupa. Dengan adanya dokumen komitmen tertulis, gerakan ini tidak sekadar menjadi kampanye sesaat, melainkan fondasi perubahan berkelanjutan.
Dari Sangalla, sebuah pesan kuat digaungkan: perubahan dapat dimulai dari komunitas kecil yang memiliki keberanian dan komitmen. OMK Sangalla kini resmi menyandang peran sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih bagi generasi muda Indonesia.
Tentang Smart Soul Club (SSC)
Smart Soul Club adalah komunitas swadaya masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta fasilitasi sosial bagi generasi muda. Berbasis di Tana Toraja, SSC berkomitmen melahirkan individu-individu berjiwa cerdas yang peduli pada nilai-nilai kemanusiaan.
Kontak Media
Sintike Sapan โ Humas SSC
WhatsApp: 081242082846
Email: [email protected]
Instagram: @csmartsoul
- Penulis: zonakatacom
