Bone Siap Jadi Model Peternakan Terpadu di Kawasan Timur Indonesia
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
- print Cetak

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, bersama Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (foto istimewa)
ZONAKATA.COM – BONE Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan peternakan rakyat. Salah satu daerah yang menjadi percontohan adalah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Baru-baru ini, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, bersama Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, meninjau UPTD Peternakan di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo.
Diketahui Kabupaten Bone mengembangkan program unggulan PADASA (padi, jagung, sapi), yang mengintegrasikan sektor tanaman pangan dan peternakan.
Program ini melanjutkan semangat program nasional SIWAB untuk meningkatkan populasi dan produktivitas sapi lokal.
Untuk memperkuat akses pembiayaan, Bone meluncurkan skema gadai ternak, yang memungkinkan peternak kecil menjaminkan sapi untuk mendapatkan pinjaman, lalu menebusnya setelah panen.
“Ini jadi solusi permodalan yang berpihak pada peternak rakyat,” kata Bupati Asman.
Pemkab Bone juga melarang pemotongan betina produktif demi menjaga regenerasi ternak.
Selain itu, Bone tetap mempertahankan Dinas Peternakan sebagai instansi khusus agar pembangunan sektor ini tetap fokus.
Kementan bersama Pemkab Bone juga mengembangkan program Ayam Merah Putih dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lewat CSR perusahaan.
Lokasinya tersebar di Kecamatan Bengo dan Libureng, mendukung peternak ayam lokal dan program Makan Bergizi Gratis.
Dirjen Agung menyebut Bone punya keunggulan strategis di Kecamatan Kahu, jumlah ternak bahkan melebihi jumlah penduduk.
“Bone jadi contoh nyata pengembangan peternakan berbasis ekosistem lokal yang terintegrasi,” ujarnya.
Dengan kolaborasi pusat dan daerah, Bone diproyeksikan menjadi lumbung protein hewani dan pilar ketahanan pangan dari timur Indonesia.*
- Penulis: zonakatacom
