Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kunjungan Balita Ke Posyandu di Tana Toraja Mengalami Penurunan

Kunjungan Balita Ke Posyandu di Tana Toraja Mengalami Penurunan

  • account_circle Gibran
  • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2020
  • print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Jumlah kunjungan ke Posyandu di Tana Toraja mengalami penurunan yang tajam pada tahun 2020 ini. Dimana pada tahun ini kunjungan hanya 53 persen dibanding 2019 lalu sekitar 70 persen

Sehingga kunjungan bayi dibawah lima tahun (Balita) ke Posyandu, baik di 2019 dan 2020 ini pun belum mencapai target yakni 90 persen. Ini perlu menjadi perhatian bersama karena ini bisa menjadi faktor jumlah anak stunting bertambah dalam beberapa tahun ke depan

Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja dr Ria Minolhta saat dikonfirmasi via whatsapp, Jumat (13/11) menyebut, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Diantaranya, daya tarik posyandu yang masih kurang dari segi program dan fasilitas layanan, kesadaran orang tua balita, serta kurangnya peran aktif sektor terkait terhadap Posyandu.

“Banyak orang tua balita yang khawatir datang ke posyandu, karena pandemi Covid-19,” ungkap dr Ria.

Padahal menurutnya, dengan rutin melakukan kontrol ke Posyandu merupakan salah satu cara dalam mencegah masalah stunting pada anak. Dijelaskan, jika posyandu adalah tempat untuk dilakukan memantau pertumbuhan balita.

Seperti pengukuran berat badan, tinggi badan dan umur balita yang menjadi indikator utuk mengetahui status gizi anak seperti stunting, wasting dan gizi kurang sampai gizi buruk.

“Hal ini harusnya dilakukan setiap bulan sehingga gangguan tumbuh kembang dapat dideteksi secara dini dan di intervensi dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.

Selain itu, kata dr Ria, posyandu adalah wadah pembinaan bagi orang tua balita atau keluarga di 1000 HPK tentang pola asuh anak melalui bina keluarga balita. Namun, fakta yang ada saat ini setelah imunisasi lengkap pada bayi (0-11bulan) orang tua balita tidak lagi berkunjung ke posyandu.

Padahal menurut dr.Ria, seharusnya balita harus dibawah ke posyandu mulai umur 0 sampai 5 tahun untuk pemantauan tumbuh- kembang.

“Dan mirisnya lagi bagi petugas kesehatan, kadang-kadang harus melakukan sweeping balita ke rumah balita sambil membawa timbangan dengan menempuh perjalanan yang jauh”. Pungkasnya.

Tom

  • Penulis: Gibran

Berita Lain

  • Gagal Lolos ke Piala Dunia, Patrick Kluivert Dipecat PSSI

    Gagal Lolos ke Piala Dunia, Patrick Kluivert Dipecat PSSI

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 595
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – JAKARTA   Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert dan seluruh jajaran tim kepelatihan asal Belanda yang menangani Tim Nasional Indonesia di semua level, mulai dari senior, U-23, hingga U-20. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (16/10/2025) siang dan dilakukan melalui mekanisme mutual termination atau pemutusan kerja sama atas […]

  • Angka Kemiskinan Sulsel Tahun 2022 Terendah Selama Periode Maret Enam Tahun Terakhir

    Angka Kemiskinan Sulsel Tahun 2022 Terendah Selama Periode Maret Enam Tahun Terakhir

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 195
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Jumlah penduduk miskin Sulawesi Selatan per Maret 2022 turun sebesar 0,15 persen atau 7,54 ribu jiwa dalam kurun waktu satu tahun. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan merilis, penduduk miskin Sulsel per Maret 2022 berjumlah 777,44 ribu jiwa atau 8,63%. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, per Maret 2021 penduduk miskin Sulsel berjumlah 784,98 […]

  • Usai Sengketa PSU, KPU Tetapkan Naili-Ome Pemenang Pilkada Palopo 2025

    Usai Sengketa PSU, KPU Tetapkan Naili-Ome Pemenang Pilkada Palopo 2025

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 178
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – PALOPO Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan secara resmi menetapkan pasangan calon nomor urut 4, Naili Trisal dan Akhmad Syarifuddin (Naili-Ome), sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo terpilih untuk periode 2025–2030. Penetapan ini dilakukan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan sengketa Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Palopo dan […]

  • Istri Mantan Bupati Tana Toraja Non-Job, Zadrak: Ini Sudah Konsekuensi

    Istri Mantan Bupati Tana Toraja Non-Job, Zadrak: Ini Sudah Konsekuensi

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2023
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 772
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM TANA TORAJA Gerbong mutasi untuk pejabat eselon II Kabupaten Tana Toraja kembali dilakukan. Mutasi ini, empat pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas dan Staf Ahli Bupati dinonjobkan. Keempatnya yakni Sumartin, Joni Tonglo dan Juli Kaboel, yang sebelumnya menduduki jabatan Staf Ahli Bupati Tana Toraja. Kemudian Rospita Napa. Istri mantan Bupati Tana Toraja, Nico […]

  • Bandara Toraja (BBK) Dipastikan Akan Beroperasi pada Agustus 2020

    Bandara Toraja (BBK) Dipastikan Akan Beroperasi pada Agustus 2020

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 412
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Kepala Kantor Wilayah Otoritas Bandara (Kaotban) Wilayah V Makassar bersama lima Inspektur berbagai bidang melakukan inspeksi terkait kesiapan Bandara Buntu Kunik yang dipastikan akan di resmikan pada bulan agustus 2020. Bandara Buntu Kunik yang telah diusulkan berganti nama menjadi Bandara Toraja ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada […]

  • Masuk Tahun Politik, Ketua MPR Minta Pj Gubernur Sulsel Jangan Bikin Gaduh

    Masuk Tahun Politik, Ketua MPR Minta Pj Gubernur Sulsel Jangan Bikin Gaduh

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Gibran
    • visibility 181
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – JAKARTA Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) buka suara menanggapi munculnya kegaduhan masyarakat Sulsel yang ditimbulkan karena kebijakan serta berbagai pernyataan kontroversial dari Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Kontroversi yang dilakukan Bahtiar seperti membuat kebijakan pengalokasian anggaran desa sebesar 40 persen untuk tanaman pisang di 2 juta hektar lahan, kemudian menyebut jika Pemprov […]

expand_less