Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Pemilu » Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

  • account_circle Gibran
  • calendar_month Sabtu, 29 Feb 2020
  • print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pimpinan Bawaslu RI, Mohammad Afifuddin dan Plt Ketua Dewan Kehormatan Peyelenggaran Pemilu (DKPP) RI , Prof. DR. Muhammad Al Hamid, menjadi pembicara pada sosialisasi netralitas Aparat Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan Kepala Desa (Lembang) yang digelar Bawaslu Kabupaten Tana Toraja, Jumat (28/2).

Pengawasan pemilu menurut Afif, khususnya yang terkait dengan netralitas ASN, harus dipahami sebagai suatu yang lebih holistik. Yaitu berpikir secara menyeluruh dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi tingkah laku manusia atau suatu kejadian.

“Ada Kaedah yang mengatur pastisipasi ASN dalam menggunakan Hak Pilihnya . Diantaranya UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota  yang menngatur secara umum soal peran ASN dalam hajatan Pilkada Serentak, bahkan diatur juga secara khusus  dalam Surat Edaran KemenPAN RB dan Edaran Menteri Dalam Negeri. Dalam suatu negara aturannya bisa berbeda dengan negara lain. Kalau di Indonesia itu ASN bisa memilih atau punya hak pilih, kalau TNI /Polri tidak boleh milih sampai kemudian mereka pensiun,” ujar Afif sapaan Ketua Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI.

Sebagai perbandingan, Afif menerangkan pengalamannya saat berkesempatan menjadi pengawas pemilu internasional. Salah satunya saat melakukan pemantauan di negara di Selatan Asia, Nepal.

“Pengalaman saya di beberapa negara, saya pernah ke Nepal. TPS itu dijaga oleh keamanan yang dilengkapi senjata, tapi mereka bisa memilih, karena aturan dinegaranya memperbolehkan hal itu. Tetapi di Indonesia, sampai hari ini tidak boleh. Itulah prinsip pemilu di setiap negara-negara, aturannya berbeda-beda,” tuturnya.

Di Indonesia, kata Afif proses pemilu sudah bergerak jauh ke depan. Hal itu bisa dilihat dari tiga unsur penting dalam pemilunya, yang salah satu di antaranya tidak boleh hilang.

“Pertama adalah adanya penyelenggara ada KPU ada Bawaslu. Hebatnya di Indonesia, penyelenggara pemilu itu tidak cuma KPU, ada Bawaslu ada juga DKPP. Kalau kita penyelenggara ini macam-macam dalam mengambil keputusan, kita bisa diberhentikan. Ada malaikat pencabut nyawanya yakni DKPP ,” ungkap Afif .

Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

“Itulah kenapa pemilu kita sekarang sudah bergerak jauh maju,” ucap Afif lebih lanjut.

Afif membandingkan proses pemilu pada zaman orde baru. Ia mengatakan, pada zaman itu, hasil pemilu dapat dengan mudah diprediksi, padahal pemilu yang baik itu adalah predictble process, unpredictible result.

“Pemilu  di masa orde baru itu hasilnya bisa diprediksi. Padahal, harusnya semua menganut prinsip menjaga kerahasiaan pemilu,” terangnya.

Dalam konteks netralitas ASN TNI, Polri, lanjut Afif, ASN boleh melakukan pencoblosan tapi tidak diperbolehkan mengekspresikan, mengajak bahkan mempersuasi hubungan kepada salah satu calon kepala daerah.  

Dalam hal wewenang, Afif mengatakan Bawaslu memiliki seratus persen fungsi pengawasan, meski tetap pada beberapa titik, penindakan bukan ada pada Bawaslu.

“Seperti ASN yang terbukti, Bawaslu merekomendasikan kepada KASN untuk memberikan sanksi, sementara aparat kepolisian yang kita surati adalah pihak Propam, dan untuk TNI yang tidak netral, yang kita surati adalah POM untuk memberikan sanksi kepada jajarannya yang tidak netral,” kata Afif.

Hal itu kata Afif, dilakukan agar dalam kelembagaan semua dapat berjalan baik dan tiap orang dapat menyalurkan hak pilih tapi tetap memperhatikan statusnya sebagai aparatur negara yang taat pada aturan yang disepakati bersama.

Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

Sementara itu Plt Ketua Dewan Kehormatan Peyelenggara Pemilu, Prof Muhammad , menjelaskan, di Indonesia ada 270 daerah, 11 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun 2020. Salah satunya adalah Kabupaten Tana Toraja.

Dalam kesempatan itu Prof Muhammad memaparkan pentingnya regulasi yang jelas dan tegas, peserta pemilu yang taat aturan, pemilih yang cerdas, birokrasi netral dan penyelenggara yang kompeten serta berintegritas sebagai syarat pemilihan demokratis.

“Perlu ada regulasi yang tegas dan tidak abu-abu. Regulasi harus hitam dan putih sebagai gambaran yang tegas,” pungkasnya. **

📷 Rilis Ivan Kalalembang selaku Moderator Kegiatan Sosialisasi Netralitas ASN oleh Bawaslu Tana Toraja

  • Penulis: Gibran

Berita Lain

  • Pemkab Luwu dan Masmindo Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam, Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat

    Pemkab Luwu dan Masmindo Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam, Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 170
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – LUWU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyerahkan fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo. Penyerahan ini menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian […]

  • Tukar Sapi dengan Motor Curian, Warga Toraja Ditangkap Polisi Enrekang

    Tukar Sapi dengan Motor Curian, Warga Toraja Ditangkap Polisi Enrekang

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 205
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – ENREKANG Sat Reskrim Polres Enrekang menangkap dua warga pelaku penadah motor hasil curian, Selasa (25/1). Keduanya yakni BR (52 thn) warga Desa Bau Selatan, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja dan AA (57 thn) warga Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, Pinrang. Kapolres Enrekang, AKBP Arief Doddy Suryawan mengungkap kronologi kasus ini. Bermula pada Kamis 22 Juli […]

  • Toraja Berduka, Komjen Pol (Purn) Insmerda Lebang Tutup Usia

    Toraja Berduka, Komjen Pol (Purn) Insmerda Lebang Tutup Usia

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Gibran
    • visibility 657
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Toraja kembali kehilangan satu putra terbaiknya, Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Insmerda Lebang tutup usia. Ia meninggal dunia di RS Pondok Indah Jakarta, Sabtu (28/8) karena sakit. Salah satu keluarga almarhum, Berthy Mangontan saat dikonfirmasi mengatakan jika Insmerda Lebang meninggal dunia sekitar sekitar pukul 12.30 Wita “Almarhum meninggal sekitar pukul 12.30 Wita. […]

  • BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana Banjir dan Longsor di Enrekang

    BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana Banjir dan Longsor di Enrekang

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Kifli
    • visibility 186
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM, ENREKANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang Arsil Bagenda, mengimbau masyarakat mewaspadai banjir dan longsor di Enrekang.   Arsi mengatakan, masyarakat khususnya yang berada di daerah yang rawan bencana seperti di daerah perbukitan, tebing senantiasa meningkat kewaspadaan. Tidak beraktivitas di sekitar daerah bekas longsor. Sebab dikhawatirkan jika daerah tersebut terjadi longsor susulan. […]

  • Ombas-Dedi Kantongi Rekomendasi Partai Golkar dan Demokrat

    Ombas-Dedi Kantongi Rekomendasi Partai Golkar dan Demokrat

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Gibran
    • visibility 252
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Setelah mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar pasangan Yohanis Bassang (Ombas) dan Frederik VictorPalimbong (Dedi) kembali mendapat rekomendasi dari Partai Demokrat. Kepastian itu didapat setelah Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah bersama Ketua Tim Penjaringan Japri Timbo menyerahkan rekomendasi kepada pasangan Ombas-Dedi di Sekretariat Demokrat Sulsel, Senin 20 Juli 2020. Menurut Ni’matullah bahwa […]

  • KPU Toraja Utara Evaluasi Fasilitas Kampanye Pemilu 2019

    KPU Toraja Utara Evaluasi Fasilitas Kampanye Pemilu 2019

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2019
    • account_circle Gibran
    • visibility 173
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Toraja Utara melaksanakan Evaluasi Fasilitas Kampanye Pemilu tahun 2019, Senin (5/8) di Kantor KPU Toraja Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Bawaslu Toraja Utara, Partai Politik peserta Pemilu 2019 dan stakeholder dari Forkopimda Toraja Utara. Ketua KPU Toraja Utara, Bonnie Freedom, saat membuka kegiatan itu mengatakan, evaluasi fasilitas […]

expand_less