Senin, 20 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Pemilu » Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

  • account_circle Gibran
  • calendar_month Sabtu, 29 Feb 2020
  • print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pimpinan Bawaslu RI, Mohammad Afifuddin dan Plt Ketua Dewan Kehormatan Peyelenggaran Pemilu (DKPP) RI , Prof. DR. Muhammad Al Hamid, menjadi pembicara pada sosialisasi netralitas Aparat Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan Kepala Desa (Lembang) yang digelar Bawaslu Kabupaten Tana Toraja, Jumat (28/2).

Pengawasan pemilu menurut Afif, khususnya yang terkait dengan netralitas ASN, harus dipahami sebagai suatu yang lebih holistik. Yaitu berpikir secara menyeluruh dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi tingkah laku manusia atau suatu kejadian.

“Ada Kaedah yang mengatur pastisipasi ASN dalam menggunakan Hak Pilihnya . Diantaranya UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota  yang menngatur secara umum soal peran ASN dalam hajatan Pilkada Serentak, bahkan diatur juga secara khusus  dalam Surat Edaran KemenPAN RB dan Edaran Menteri Dalam Negeri. Dalam suatu negara aturannya bisa berbeda dengan negara lain. Kalau di Indonesia itu ASN bisa memilih atau punya hak pilih, kalau TNI /Polri tidak boleh milih sampai kemudian mereka pensiun,” ujar Afif sapaan Ketua Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI.

Sebagai perbandingan, Afif menerangkan pengalamannya saat berkesempatan menjadi pengawas pemilu internasional. Salah satunya saat melakukan pemantauan di negara di Selatan Asia, Nepal.

“Pengalaman saya di beberapa negara, saya pernah ke Nepal. TPS itu dijaga oleh keamanan yang dilengkapi senjata, tapi mereka bisa memilih, karena aturan dinegaranya memperbolehkan hal itu. Tetapi di Indonesia, sampai hari ini tidak boleh. Itulah prinsip pemilu di setiap negara-negara, aturannya berbeda-beda,” tuturnya.

Di Indonesia, kata Afif proses pemilu sudah bergerak jauh ke depan. Hal itu bisa dilihat dari tiga unsur penting dalam pemilunya, yang salah satu di antaranya tidak boleh hilang.

“Pertama adalah adanya penyelenggara ada KPU ada Bawaslu. Hebatnya di Indonesia, penyelenggara pemilu itu tidak cuma KPU, ada Bawaslu ada juga DKPP. Kalau kita penyelenggara ini macam-macam dalam mengambil keputusan, kita bisa diberhentikan. Ada malaikat pencabut nyawanya yakni DKPP ,” ungkap Afif .

Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

“Itulah kenapa pemilu kita sekarang sudah bergerak jauh maju,” ucap Afif lebih lanjut.

Afif membandingkan proses pemilu pada zaman orde baru. Ia mengatakan, pada zaman itu, hasil pemilu dapat dengan mudah diprediksi, padahal pemilu yang baik itu adalah predictble process, unpredictible result.

“Pemilu  di masa orde baru itu hasilnya bisa diprediksi. Padahal, harusnya semua menganut prinsip menjaga kerahasiaan pemilu,” terangnya.

Dalam konteks netralitas ASN TNI, Polri, lanjut Afif, ASN boleh melakukan pencoblosan tapi tidak diperbolehkan mengekspresikan, mengajak bahkan mempersuasi hubungan kepada salah satu calon kepala daerah.  

Dalam hal wewenang, Afif mengatakan Bawaslu memiliki seratus persen fungsi pengawasan, meski tetap pada beberapa titik, penindakan bukan ada pada Bawaslu.

“Seperti ASN yang terbukti, Bawaslu merekomendasikan kepada KASN untuk memberikan sanksi, sementara aparat kepolisian yang kita surati adalah pihak Propam, dan untuk TNI yang tidak netral, yang kita surati adalah POM untuk memberikan sanksi kepada jajarannya yang tidak netral,” kata Afif.

Hal itu kata Afif, dilakukan agar dalam kelembagaan semua dapat berjalan baik dan tiap orang dapat menyalurkan hak pilih tapi tetap memperhatikan statusnya sebagai aparatur negara yang taat pada aturan yang disepakati bersama.

Bawaslu Sosialisasikan Netralitas ASN, TNI/Polri, DKPP: Perlu Ada Regulasi Yang Tegas

Sementara itu Plt Ketua Dewan Kehormatan Peyelenggara Pemilu, Prof Muhammad , menjelaskan, di Indonesia ada 270 daerah, 11 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun 2020. Salah satunya adalah Kabupaten Tana Toraja.

Dalam kesempatan itu Prof Muhammad memaparkan pentingnya regulasi yang jelas dan tegas, peserta pemilu yang taat aturan, pemilih yang cerdas, birokrasi netral dan penyelenggara yang kompeten serta berintegritas sebagai syarat pemilihan demokratis.

“Perlu ada regulasi yang tegas dan tidak abu-abu. Regulasi harus hitam dan putih sebagai gambaran yang tegas,” pungkasnya. **

📷 Rilis Ivan Kalalembang selaku Moderator Kegiatan Sosialisasi Netralitas ASN oleh Bawaslu Tana Toraja

  • Penulis: Gibran

Berita Lain

  • Sah!!.. Ombas-Dedy Pemenang Pilkada Toraja Utara

    Sah!!.. Ombas-Dedy Pemenang Pilkada Toraja Utara

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • account_circle Gibran
    • visibility 693
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara menetapkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Yohanis Bassang-Frederik Victor Palimbong sebagai pemenang Pilkada Toraja Utara 2020. Hal itu dinyatakan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara Tingkat Kabupaten dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara 2020 yang berlangsung di Hotel […]

  • Andalan Sulsel Peduli Berbagi Takjil di Takalar

    Andalan Sulsel Peduli Berbagi Takjil di Takalar

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 283
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TAKALAR Aksi sosial terus dilakukan oleh tim Andalan Sulsel Peduli. Memasuki 7 Ramadan 1443 H atau 9 April 2022, tim Andalan Sulsel Peduli berbagi takjil di Kabupaten Takalar. Berbagi takjil jelang waktu berbuka puasa ini pun dilakukan dibeberapa titik di daerah yang disebut Butta Panrannuangku. Diantaranya Jalan Sultan Hasanuddin dan depan RSUD H. […]

  • Sepuluh Pejabat Eselon II, III dan IV Pemprov Sulsel Dilantik

    Sepuluh Pejabat Eselon II, III dan IV Pemprov Sulsel Dilantik

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 295
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melantik dan mengambil sumpah serta janji 10 pejabat Lingkup Pemprov Sulsel, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, 15 Mei 2023. 10 pejabat ini terdiri dari Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II, Pejabat Administrator atau Eselon III dan Pejabat Pengawas atau Eselon IV. Gubernur Andi Sudirman menyampaikan agar […]

  • Bahtiar Diduga Lantik Adik Pj Sekda Sulsel Tidak Sesuai Pertek BKN

    Bahtiar Diduga Lantik Adik Pj Sekda Sulsel Tidak Sesuai Pertek BKN

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 207
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR   Pemprov Sulsel diduga melakukan pelantikan tanpa mengindahkan Pertimbangan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelantikan tersebut dilakukan oleh Bahtiar Baharuddin saat menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel. Untuk diketahui, Pj Gubernur, Bahtiar pada tanggal 24 April 2024 melakukan pelantikan sebanyak 166 orang. Pelantikan itu didasari Surat Plh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Nomor: 100.2.2.6/2908/OTDA […]

  • Komitmen DPPKB Parepare: Analisis Mendalam Stunting, Kunci Penanganan Efektif

    Komitmen DPPKB Parepare: Analisis Mendalam Stunting, Kunci Penanganan Efektif

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Kifli
    • visibility 236
    • 0Komentar

    ZONAKATA, PAREPARE – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Parepare tengah melaksanakan langkah proaktif dalam mengatasi permasalahan stunting. Kepala DPPKB Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pengambilan data di lapangan sebagai bagian dari Kegiatan Audit Kasus Stunting (AKS). “Data yang kami kumpulkan akan dikaji secara mendalam oleh Tim Pakar […]

  • Disperkimtan Sulsel Rehab 11 Rumah Korban Bencana di Wajo

    Disperkimtan Sulsel Rehab 11 Rumah Korban Bencana di Wajo

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 237
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – WAJO Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan rehabilitasi rumah korban bencana di Kabupaten Wajo. Tahun 2022 ini, ada empat lokasi rehab rumah korban bencana. Yakni Wajo, Jeneponto, Soppeng, dan Luwu Utara. “Ini adalah bagian dari pemenuhan Pelayanan Dasar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Kadis Perkimtan Sulsel, M. Iqbal […]

expand_less