BNNK Bone Bolango Study Tiru di Yayasan Pemulihan Bethesda Lembang Tonglo
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA BNNK Tana Toraja melalui program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat giat membina desa/lembang untuk menjaga lembang/desa dengan tagline Zero to be Zero Penyalahgunaan Narkoba agar tercipta Desa/Lembang bersinar dan bersih narkoba.
Saat ini, BNNK Tana Toraja sangat giat membentuk relawan dan Penggiat Anti Narkoba untuk menghadirkan BNN di dalam masyarakat. Salah satu lembang yang aktif dan terpilih menjadi Lembang Bersih Narkoba yaitu Lembang Tonglo yang ada wilayah Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja.
Lembang Tonglo memiliki penggiat anti narkoba yang sangat aktif dalam membentengi masyarakat dan generasi mudanya dari penyalahgunaan nakoba. Penggiat anti narkobanya terdiri dari Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita, Tokoh Agama, Tokoh Pendidik dan Tokoh Masyarakat.

Para penggiat ini sangat aktif memberikan edukasi dan advokasi melalui penyuluhan-penyuluhan di dalam masyarakat. Penggiat membentuk kelompok diskusi dalam masyarakat, memasang banner dan spanduk dalam lingkungan lembang untuk menyuarakan anti narkoba.
Di Lembang Tonglo ini pun memiliki satu Tempat Rehabitasi Rawat Inap Komponen Masyarakat yang disebut “ Yayasan Pemulihan Bethesda” yang berbasis sosial dan telah aktif merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.
Hal ini menjadi motivasi bagi BNNK Bone Bolango dalam mengadakan Studi Tiru di Lembang Tonglo, Rabu (13/11) yang dihadiri Kepala BNNK Bone Bolango, didampingi Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.
AKBP Natalia Dewi Tonglo, Kepala BNNK Tana Toraja menyambut baik kedatangan rombongan di kantor BNNK Tana Toraja. Pada kesempatan tersebut, AKBP Dewi memaparkan program-program penggiat di Lembang Tonglo yang sudah berjalan.
“Bentuk kampanye P4GN bisa dibuat berbeda pada setiap desa, menyesuaikan konten atau budaya lokal agar efektif seperti di Lembang Tonglo, penggiat melakukan pencegahan di setiap kegiatan masyarakat, baik itu rambu tuka’ maupaun rambu solo’,”ucap AKBP Dewi.
P4GN bisa dilakukan oleh semua unsur yang ada di desa, dimulai dari PKK, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda dan lain-lain. Kegiatan sosialisasi dan fasilitasi masif bahaya narkoba, dilakukan masyarakat desa dan penggiat/relawan antinarkoba di desa dengan menyediakan buku saku dan banner antinarkoba di ruang-ruang di desa, seperti kantor desa, pos kamling, dan lapangan olahraga.
“Maka dari itu, peran pemerintah dan masyarakat sekitar sangatlah penting untuk memberantas narkoba di Indonesia ini. Bukan hanya pemerintah saja yang harus bekerja untuk memberantas obat haram itu tetapi peran kita sebagai masyarakat juga sangatlah penting. Masyarakat Indonesia hanyalah masyarakat yang tergiur mencoba barang haram tersebut tetapi akibatnya menimbulkan efek yang sangat fatal,”pungkas AKBP Dewi Tonglo.
ina joline
- Penulis: zonakatacom
