HIPMI Sulsel Bahas Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif dalam Diskusi Ramadan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pelaksana BPBD Bidang VIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Selatan menggelar buka puasa bersama sekaligus diskusi interaktif bertema “Transformasi Digital: Kemajuan Ekonomi Kreatif dan Pertumbuhan Ekonomi Umat” di Vann In Sky, Jalan Aroepala, Makassar, Senin (9/3/2026).
Diskusi ini menghadirkan narasumber Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, serta Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar, Baso Saleh.
Kegiatan ini bertujuan melihat peluang pengembangan ekonomi kreatif melalui transformasi digital, sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi untuk melakukan scale-up usaha.
Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Irma Trisnawati Anwar, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang telah memulai usaha di sektor ekonomi kreatif.
“Acara ini diharapkan memberikan kontribusi bagi kaum muda atau mahasiswa yang memiliki usaha di bidang ekonomi kreatif sehingga dapat mengikuti perkembangan di era komunikasi dan informasi yang begitu pesat,” ujarnya.
Ia juga mendorong para pelaku usaha muda untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo SP Sulsel, Sultan Rakib, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknologi.
Menurutnya, ada empat pilar literasi digital yang harus diperhatikan, yakni digital skill, digital safety, digital culture, dan digital ethics.
“Jangan hanya fokus pada peningkatan digital skill di era transformasi digital ini, tetapi juga memperkuat tiga pilar lainnya,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi program Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang memberikan pelatihan digital bagi pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM.
Program tersebut mencakup berbagai kompetensi seperti digital marketing, pengembangan bisnis digital, hingga pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha.
Dalam kesempatan itu, Sultan Rakib juga mengingatkan generasi muda agar mewaspadai fenomena judi online dan pinjaman online ilegal yang dapat merusak stabilitas ekonomi pelaku usaha.
“Sehebat-hebatnya bermain, yang akan menang itu bandar. Biasanya kalau kalah di judi online akan berurusan dengan pinjol,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur keuntungan instan di ruang digital serta pentingnya menjaga keamanan perangkat digital, termasuk dengan mengaktifkan verifikasi dua faktor.
Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, Baso Saleh, menilai tema transformasi digital sangat relevan dengan momentum Ramadan yang mengajarkan disiplin dan perubahan ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, digitalisasi kini telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia usaha yang semakin memanfaatkan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Di Sulawesi Selatan sendiri, digitalisasi ekonomi terus berkembang. Data menunjukkan terdapat sekitar 1,8 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Penggunaan sistem pembayaran digital juga meningkat, dengan sekitar 1,31 juta pengguna QRIS di Sulsel, di mana 76,8 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengembangkan inovasi digital melalui BajuBodo Marketplace, platform e-purchasing yang mendukung UMKM lokal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Hingga kini, platform tersebut telah mencatat 33.709 produk terdaftar, dengan sekitar 85 persen merupakan produk dalam negeri dari 2.238 penyedia, yang sebagian besar merupakan UMKM lokal.
Dengan dukungan digitalisasi, sektor ekonomi kreatif Sulawesi Selatan seperti kuliner lokal, fesyen daerah, kriya, hingga konten kreatif digital diproyeksikan terus berkembang, seiring posisi Makassar sebagai hub ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
- Penulis: zonakatacom
