Mentan Amran: Kepemimpinan Transformatif Kunci Kedaulatan Pertanian dan Lompatan Ekonomi Nasional
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kepemimpinan transformatif yang berani mengubah sistem pertanian menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus mendorong lompatan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Leadership Camp ASN Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sulawesi Selatan, Kamis (26/2/2026). Turut hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV/Hasanuddin Bangun Nawoko, serta jajaran Forkopimda Sulsel.
Di hadapan para ASN, Amran menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan keberanian mengambil keputusan.
“Memimpin itu indah dalam mimpi, tetapi tidak mudah dalam kenyataan. Pemimpin yang adil dimuliakan, yang tidak adil kehilangan kehormatan,” ujarnya.
Amran berbagi perjalanan panjangnya, mulai dari penyuluh pertanian lapangan, birokrat lebih dari dua dekade, pengusaha, dosen, hingga tiga periode di kabinet. Menurutnya, tekanan dan ujian justru membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh.
Ia menegaskan, sektor pertanian membutuhkan keberanian membongkar sistem lama yang berbelit dan tidak efektif. Reformasi regulasi, subsidi, hingga tata niaga dinilai menjadi kunci agar kebijakan benar-benar berdampak pada petani.
“Kalau kita hanya melakukan hal yang sama dan berharap hasil berbeda, itu tidak masuk akal. Kita harus berani ubah sistem, Indonesia bisa melompat,” tegasnya.
Sebagai contoh, ia memaparkan reformasi tata kelola pupuk bersubsidi melalui deregulasi 145 aturan dan penyederhanaan distribusi. Skema distribusi kini lebih ringkas, hanya melibatkan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, serta Gapoktan atau pengecer sebagai ujung distribusi kepada petani.
Reformasi tersebut diklaim menurunkan biaya pupuk bersubsidi hingga 20 persen dan meningkatkan volume pupuk 700 ribu ton tanpa tambahan anggaran. Pemerintah juga merencanakan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru untuk memperkuat ketahanan pasokan nasional.
Selain reformasi sistem, Amran menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian sebagai strategi menjaga nilai tambah nasional.
“Seluruh kekayaan kita dihilirisasi. Jangan ekspor mentah. Nilai tambahnya harus untuk rakyat,” ujarnya.
Ia mencontohkan peluang hilirisasi kelapa seiring pergeseran konsumsi global, termasuk di China, dari susu hewani ke susu nabati berbasis kelapa (coconut milk). Potensi nilai ekonominya disebut bisa mencapai Rp5.000 triliun.
Amran juga menyoroti komoditas gambir, di mana sekitar 80 persen bahan baku dikuasai Indonesia, namun pengolahan dilakukan di luar negeri sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.
“Gambir kita diekspor ke India, lalu dijual kembali oleh India ke Amerika. Potensinya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” ungkapnya.
Pada komoditas CPO, Indonesia menguasai sekitar 60–70 persen pasar dunia. Dengan penguatan biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambah dinilai dapat melonjak signifikan.
“Baru tiga komoditas saja yang dihilirisasi bisa menghasilkan Rp15.000 triliun,” katanya.
Menurut Amran, transformasi pertanian bukan sekadar soal pertumbuhan ekonomi, melainkan soal survival dan martabat bangsa di tengah dinamika global.
“Sungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja. Jangan hanya berdoa, tapi juga harus bertindak. Indonesia harus dipaksa maju,” tegasnya.
Melalui kepemimpinan yang berintegritas, keberanian mengubah sistem, serta penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir, ia optimistis Indonesia mampu menjaga kedaulatan pangan sekaligus melompat menjadi kekuatan ekonomi dunia.
- Penulis: zonakatacom
