Yuniana Mulyana Lakukan Pengawasan APBD 2025, Serap Aspirasi Petani di Dua Titik di Gandasil
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM — TANA TORAJA Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yuniana Mulyana, S.H., dari Fraksi Partai Demokrat Dapil X (Tana Toraja–Toraja Utara), melaksanakan kegiatan Pengawasan APBD Tahun Anggaran 2025 sekaligus temu konstituen pada 1–3 Desember 2025 di dua titik wilayah Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Benteng Ambeso pada Selasa (2/12/2025) dan di Lembang Garassik pada Rabu (3/12/2025) dengan melibatkan kelompok tani penerima bantuan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), serta aparat setempat.
Di Kelurahan Benteng Ambeso, Yuniana meninjau penyaluran bantuan benih cabai kepada Kelompok Tani (KT) Kerukunan Pemuda Kampung Baru yang sebelumnya menerima 250 sachet benih.
Namun, pertumbuhan cabai dinilai kurang optimal karena varietas bibit tidak sesuai dengan kondisi alam dan iklim setempat sehingga berdampak pada hasil panen. Warga juga menuturkan bahwa jenis cabai tersebut kurang diminati pasar karena tidak sesuai pola konsumsi masyarakat Toraja.
Sebagai informasi, pada TA 2024 Kabupaten Tana Toraja menerima 1.660 sachet benih cabai dengan luas lahan 23 hektare dan nilai anggaran Rp197.374.000, yang disalurkan kepada 28 kelompok tani.
Dalam dialog bersama warga Benteng Ambeso, beberapa aspirasi disampaikan, di antaranya kebutuhan bantuan benih hortikultura seperti cabai varietas Cakar Elang atau Cakra, tomat, kubis, dan berbagai benih sayuran untuk mendukung program pptimalisasi lahan pekarangan (OPLP).
Warga juga mengusulkan bantuan alsintan berupa traktor metal capung dan kultivator, bantuan bibit ternak (babi dan kambing), racun tikus, kapur pertanian (dolomit), serta dukungan irigasi atau pompanisasi.
Selain itu, mereka berharap adanya bantuan tanaman jangka menengah dan panjang seperti kakao, kopi, alpukat, dan cengkeh, termasuk kelanjutan bantuan benih padi dan jagung.
Kunjungan pengawasan kemudian dilanjutkan ke Lembang Garassik untuk meninjau bantuan benih cabai kepada Kelompok Tani Garassik dan Kelompok Tani Tunas Harapan. Di lokasi ini, petani juga mengeluhkan pertumbuhan cabai yang tidak maksimal akibat ketidaksesuaian varietas dengan kondisi alam. Petani menegaskan bahwa bantuan benih cabai untuk wilayah Toraja idealnya menggunakan varietas lokal Cabai Katokkon yang lebih adaptif dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kelompok tani juga mengajukan aspirasi terkait benih cabai varietas Cakar Elang atau Cakra, benih jagung, bantuan bibit ternak kambing, bibit kakao, hingga alsintan kultivator. Kelompok Tani Wanita turut mengusulkan bantuan benih sayuran seperti tomat, seledri, dan kol, sementara petani lainnya berharap bantuan tanaman jangka menengah seperti alpukat serta suplai dolomit.
Dalam seluruh rangkaian kegiatan, Yuniana Mulyana juga menyampaikan harapannya agar para petani dapat terus mengembangkan cabai unggulan Toraja, yaitu Cabai Katokkon, yang dikenal lebih adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim setempat serta memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Saya berharap petani di Toraja terus mengembangkan Cabai Katokkon sebagai komoditas unggulan daerah. Selain lebih cocok dengan kondisi alam, Cabai Katokkon juga memiliki nilai jual yang lebih baik dan bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi kelompok tani,” ujar Yuniana Mulyana.
Yuniana Mulyana juga mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawasi pelaksanaan program APBD.
“Saya mengajak masyarakat turut mengawasi realisasi APBD. Bila ada hal yang tidak sesuai aturan dan ketentuan, segera laporkan. Pengawasan ini bukan hanya tugas DPRD, tetapi juga tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
(ANA MEDCEN)





- Penulis: zonakatacom
