Bupati Mamasa Tinjau SDN 011 Tanete yang Rusak Tertimpa Pohon
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAMASA Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, turun langsung meninjau kondisi SDN 011 Tanete di Desa Sapan, Kecamatan Pana’, yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang beberapa waktu lalu.
Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjamin keselamatan serta kelangsungan proses belajar-mengajar di wilayah pedalaman Mamasa.
Peristiwa pohon tumbang terjadi pada Minggu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 02.00 Wita. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar di sekitar sekolah roboh dan menimpa bangunan utama.
Tidak ada korban jiwa karena kejadian berlangsung dini hari, namun kerusakan cukup parah terjadi pada bagian atap dan dinding ruang kelas.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Welem berdialog dengan pihak sekolah dan warga. Ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, termasuk di wilayah terpencil seperti Pana’.
“Kami ingin memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN 011 Tanete dapat kembali berjalan normal. Pemerintah akan mencari solusi cepat, baik melalui perbaikan sementara maupun pengalokasian dana pemulihan,” ujar Bupati Welem, Sabtu (8/11/2025).
Kehadiran Bupati juga menjadi dukungan moral bagi guru dan siswa yang sempat cemas akibat musibah tersebut.
Ia turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan, termasuk memangkas pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan.
Sementara itu, Kepala SDN 011 Tanete menyampaikan terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa setelah kejadian, para guru dan warga telah bergotong royong membersihkan puing bangunan agar proses belajar tetap dapat berlangsung di ruang darurat.
Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa peran pemimpin daerah tidak hanya sebatas urusan administratif, tetapi juga kehadiran langsung saat masyarakat membutuhkan.
Di tengah kerusakan bangunan sekolah, semangat gotong royong dan kepedulian sosial terlihat tetap hidup di Desa Sapan.*
- Penulis: zonakatacom
