Marak Eksekusi Tongkonan, Eva Stevany Rataba Usul Jadikan Cagar Budaya dan Upayakan Komisi X DPR RI ke Toraja
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Maraknya eksekusi rumah adat Toraja atau Tongkonan dalam kasus sengketa tanah perdata di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menuai keprihatinan dari berbagai kalangan.
Tercatat, beberapa Tongkonan telah dieksekusi, antara lain Tongkonan Kaladun dan Tongkonan Batu di Lion, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, pada Kamis (3/7/2025). Kemudian, Tongkonan To’ Rombi di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, juga dieksekusi pada Jumat (26/9/2025).
Rencananya, Pengadilan Negeri (PN) Makale akan kembali mengeksekusi Tongkonan Ka’pun di Kecamatan Kurra, Tana Toraja, yang berusia sekitar 300 tahun, pada Selasa (8/10/2025). Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah adanya aksi unjuk rasa dari mahasiswa dan masyarakat pada Senin (6/10/2025).
Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg bersama Wakil Bupati Erianto Paundanan juga turun langsung menemui pihak PN Makale untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait rencana eksekusi tersebut.
Fenomena ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat, tokoh adat, hingga kalangan politik. Sebab, Tongkonan merupakan simbol identitas dan warisan budaya Toraja yang tengah diusulkan menjadi cagar budaya nasional.
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba (ESR), yang menjadi mitra kerja Kemendikbudristek RI di bidang kebudayaan dan cagar budaya, turut menanggapi maraknya eksekusi Tongkonan tersebut.
Sebagai putri asli Toraja, Eva menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian itu.
“Secara pribadi, saya sangat prihatin. Namun kita juga tidak bisa menghalangi proses hukum yang sedang berjalan. Keputusan pengadilan memiliki kekuatan hukum tetap, dan tentu harus kita hormati,” ujar Eva dalam konferensi pers di Hotel Misliana, Toraja Utara.
Namun, lanjutnya, keberadaan masyarakat adat dan nilai-nilai budaya Toraja juga harus dihormati.
“Toraja tidak bisa dipisahkan dari adat dan budayanya. Salah satunya adalah Tongkonan yang menjadi jati diri kita sebagai orang Toraja. Karena itu, Tongkonan harus dijaga dan dilestarikan,” tegas Eva.
Eva berharap pemerintah daerah di Tana Toraja dan Toraja Utara dapat duduk bersama para tokoh adat untuk mencari solusi yang bijak dan berimbang antara proses hukum dan pelestarian budaya.
“Saya berharap ada kebijakan daerah yang bisa melindungi keberadaan Tongkonan, sekaligus menghormati hukum yang berlaku,” tambahnya.
Selain itu, Eva menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar Komisi X DPR RI dapat berkunjung ke Toraja untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Doakan saya bisa menghadirkan Ketua dan Anggota Komisi X ke Toraja dalam waktu dekat. Saya ingin mereka mendengar langsung aspirasi masyarakat agar upaya menjadikan Tongkonan sebagai cagar budaya nasional bisa diperjuangkan bersama,” pungkasnya.
Risna
- Penulis: zonakatacom
