Kepala BPBD Sulsel Imbau Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan Mulai Oktober
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan yang diprediksi berlangsung sejak Oktober 2025 hingga April 2026. Berdasarkan data BMKG, sekitar 75 persen wilayah Sulsel atau 18 zona musim (ZOM) akan mulai diguyur hujan pada Oktober–November mendatang.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebut awal musim hujan tahun ini diperkirakan lebih cepat dibanding kondisi normal, khususnya di 17 ZOM atau 71 persen wilayah. Meski mayoritas curah hujan berada dalam kategori normal, sejumlah daerah tetap berpotensi mengalami intensitas di atas normal.
“Kita berharap semua pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat melakukan langkah antisipatif. Sebab setiap musim hujan kerap disertai bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Jumat (27/9/2025).
Amson menegaskan, kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama dengan melibatkan unsur pentahelix: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Setiap daerah diimbau segera menyiapkan posko darurat, lokasi evakuasi, hingga peralatan lapangan. Sementara di sektor pertanian, petani diingatkan menyesuaikan waktu tanam agar tidak terganggu curah hujan tinggi.
Tak hanya itu, sektor kesehatan juga diminta mewaspadai potensi meningkatnya penyakit akibat kelembapan, sedangkan di bidang infrastruktur, pemerintah daerah perlu mempercepat pembenahan drainase serta pembersihan aliran sungai untuk mencegah banjir dan genangan.
“Mitigasi terukur sangat penting agar banjir dan longsor bisa diminimalisasi,” tegasnya.
Atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pemprov telah mendistribusikan logistik sebagai buffer stock, termasuk perahu polyethylene untuk daerah rawan banjir. Selain itu, peralatan khusus disiagakan di wilayah rawan longsor.
“Teman-teman BPBD kabupaten/kota sudah mengantisipasi beberapa lokasi yang bisa dijadikan tempat evakuasi,” tambah Amson.
Ia juga mengingatkan daerah yang masuk dalam peta rawan bencana agar menyiapkan mekanisme pengamanan, baik untuk mobilisasi warga maupun penyelamatan dokumen penting.
“Tujuannya agar jika bencana terjadi, dampak terhadap masyarakat dan harta benda bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya.(*)
- Penulis: zonakatacom
